PemerintahanPendidikan

Dukung Pengembangan Oyek di Kebakalan, Tim PKM UNS Bantu Alat Produksi

1127
×

Dukung Pengembangan Oyek di Kebakalan, Tim PKM UNS Bantu Alat Produksi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Dalam rangka mendukung pengembangan produk makanan lokal oyek, baru baru ini Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS bekerjasama dengan Bumdes Kumolo Kebakalan, Karanggayam, Kebumen menyerahkan 1 set alat produksi oyek kepada warga. Alat tersebut terdiri dari mesin pengechip/ pencacah/ pemotong ubi dan alat pemeras (mesin press).

Sebelumnya TIM PKM UNS telah melakukan pemasangan listrik tenaga matahari (solar cell). Termasuk monev oleh reviewer Dr. Edi Kurniadi, M.Pd. dari Dikti dan dihadiri oleh sekretaris LPPM UNS Prof. Dr. Eng. Syamsul Hadi, S.T., M.T., Dr. Suhartono, M.Pd. selaku ketua tim pengabdi, Kepala Desa Kebakalan R. Wiwit Setiyawan Wijayanto, S.Sos., Ketua Bumdes Kumolo Kebakalan Tusimin Adi Susanto, dan anggota tim PKM.

Edi Kurniadi mengharapkan bantuan peralatan ini dapat bekerja dengan baik. Menurutnya, salah satu tolok ukur keberhasilan program kemitraan adalah kepuasan dari mitra itu sendiri

“Pengabdian masyarakat ini fokus kepada pembuatan salah satu alat yang dibutuhkan untuk proses produksi, yaitu alat pengepres agar proses produksi bisa lebih efisien dan higienis dan lebih modern. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal perbaikan proses produksi pangan olahan oyek menjadi produk yang berkualitas dan berstandar unggul sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasaran. Tidak menutup kemungkinan bahwa tujuan utamanya adalah menggerakan perekonomian dari warga Desa Kebakalan”, ungkap Edi Kurniadi.

Sementara itu, Syamsul Hadi menekankan agar bantuan alat yang diberikan tersebut dapat digunakan dan bermamfaat bagi masyarakat. Terlebih Proses desain alat ini dilakukan di Laboratorium Proses Produksi Teknik Mesin Universitas Sebelas Maret.

‘’Kemudian, desain yang telah dibuat akan direalisasikan pembuatan juga di tempat yang sama. Pendampingan juga dilakukan mulai dari instalasi alat, pengoperasian alat dan perawatan alat,” terang Syamsul Hadi.

Ketua Tim pengabdi Suhartono menjelaskan ada beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra, pertama yaitu proses produksi oyek masih menggunakan cara yang tradisional yaitu pada proses penepungan, pemasakan, penggilingan hingga pucking. Menurutnya, ini membuat waktu prosudksi menjadi relatif lama dan hanya skala kecil.

Kedua, proses produksi masih manual sehingga tingkat higienitas hasil olahan tidak terjamin karena banyaknya campur tangan manusia di produk tersebut. Proses pengecipan /pencacahan dan pengepresan yang selama ini dijalankan rawan terkontaminasi dengan berbagai kotoran dan zat lain yang tidak diinginkan.

Ketiga, yaitu sistem packaging yang ada masih sangat sederhana, tidak ada merk yang resmi atau branding yang dipunyai oleh produk oyek tersebut.

“Dari permasalahan permasalahan tersebut diharapkan dapat diberikan solusi konkret kepada mitra sehingga akan mendorong kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Kebakalan,” harap Suhartono.

Sementara itu, Kepala Desa Kebakalan R. Wiwit Setiyawan Wijayanto, S.Sos menjelaskan bahwa Desa Kebakalan termasuk kategori desa miskin ekstrem yang berada di wilayah Kabupaten Kebumen bagian utara. Wilayahnya sebagian berupa pegunungan/perbukitan dengan masyarakat sebagian besar petani.

Hasil pertanian selain padi adalah singkong. Produk olahan singkong yang yang menonjol adalah Oyek. Oyek sebagai makanan pokok pengganti nasi sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena rendah kalori.

‘’Untuk itu, program kemitraan ini sangat berjasa dan bermanfaat untuk mendorong kemajuan dan peningkatan ekonomi masyarakat Desa Kebakalan. Pihaknya bersyukur dengan adanya program kemitraan ini sehingga diharapkan program kemitraan dapat terus berjalan hingga tahun-tahun berikutnya. Sejak datangnya peralatan produksi oyek ini, masyarakat yang memiliki perkebunan singkong untuk produksi oyek sangat antusias,” ungkapnya

Wiwit juga menambahkan bahwa dengan adanya program ini, masayarakat desa yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai peternak dan petani sangat terbantu. Namun, pihaknya juga menyatakan bahwa sampai saat ini, mesin belum dapat berjalan dalam satu waktu secara bersamaan mengingat besarnya daya voltase listrik yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin dalam serentak.

‘’Meskipun demikian, tim PKM dan pihak mitra sudah bersepakat untuk segera memasang aliran listrik agar peralatan produksi dapat segera digunakan demi kesejahteraan masyarakat sekitar.’’imbuhnya. (K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.