KEBUMEN, Kebumen24.com,- Proses pembangunan Kandang Kambing Domba yang akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Candiwulan Kecamatan Kebumen hingga kini masih berjalan dan belum final. Namun ironisnya, ada pula yang menyebut, jika anggaran pembangunan kandang tersebut bermasalah atau diduga telah diselewengkan oleh sejumlah oknum.
Kabar tersebut juga telah sampai ke telinga Camat Kebumen Suis Idawati. Untuk memastikan kebenarannya, ia pun langsung meninjau lokasi, Senin 5 September 2022.
Dari hasil peninjauan, Camat melihat secara langsung kesiapan dan proses pembangunan kandang domba ini memang baru hampir selesai. Kandang berukuran sekitar 7X8 Meter ini baru akan di isi pada bulan September ini.
Camat Kebumen mengatakan, peninjauan ini sekaligus untuk menepis informasi miring yang beredar. Dimana, disebutkan Dana Desa yang di salurkan ke Bumdes Candiwulan terindikasi tidak tepat sasaran dan duduga malah terdapat praktek penyelewengan oleh sejumlah oknum. Padahal faktanya proses pembangunan saja belum selesai.
‘’Sudah saya cek, memang baru bulan ini akan mulai di isi. Jadi saya pastikan tidak benar kabar adanya dugaan penyelewengan dana desa. Semua kan butuh proses, apa lagi biasanya Dana desa tidak sekali langsung cair, namun melewati beberapa tahap,’’ucap Suis Idawati.
Lebih jauh Suis mengaku menyayangkan adanya kabar negatif tersebut. Menurutnya, dapat menimbulkan keresahan dan bahkan bisa menyesatkan. Semua informasi seyogyanya harus valid dan bisa dipertanggung jawabkan.
” Terus terang saya menyayangkan adanya informasi tersebut. tolonglah sebelum membuat informasi di kroscek dulu, jadi tidak menyesatkan. Intinya kami terbuka dan transparan, sekiranya ada yang tidak jelas bisa tanyakan langsung, jadi jangan membuat informasi sepihak. Satu lagi saya tegaskan, pada prinsipnya, tupoksi Camat adalah pembinaan dan semuanya sudah saya lakukan di setiap desa. Kita juga libatkan pendamping desa dan telah sesuai dengan peraturan yang ada,’’tegasnya.
Disisi lain, Suis juga mengapresiasi adanya rencana pembangunan Bumdes tersebut. Ia berharap, ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
‘’ Saya tentau sangat mengapresiasi program kerja Bumdes ini. Semoga peternakan tersebut akan membawa kesejahteraan ekonomi bagi warga masyarakat,’’pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Bumdes, Yuslam Hanafi menjelaskan, Bumdes dibentuk melalui berbagai proses yang telah ditentukan. Termasuk telah mendapat kesepakatan masyarakat melalui Musyarawarah Desa atau Musdes.
‘’ Hanya saja, untuk pengisian kandang dan penyiapan pakan membutuhkan waktu, jadi baru bulan ini mau di isi,’’ungkapnya.
Yuslam mengatakan, untuk memulai menjalankan usaha Bumdes ini dibutuhkan ketelitian. Mulai dari persiapan kandang, memilih bibit hewan serta penyiapan pakan yang bergizi. Semuanya harus disiapkan secara matang.
‘’ Semua butuh proses, kita juga harus teliti dan tidak asal beli kambing, apalagi Bumdes ini didanai uang rakyat, jadi ada pertanggung jawabanya,’katanya.
Lebih jauh Yuslam menjabarkan, Bumdes didirikan dengan menggunakan Dana Desa senilai Rp200 juta. Sedangkan untuk pembuatan kandang menghabiskan total sekitar, dana Rp 55.835.500,- dan sisanya masih berada di Rekening Bumdes. Sisa dari rekening inilah yang nantinya akan digunakan untuk pengisian kandang ternak, dan juga perawatannya.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Desa Candiwulan sangat mendukung keberadaan Bumdes Sinar Wulan Abadi. Dimana mereka menantikan keberhasilan Bumdes dalam pengelolaan, sehingga akan mensejahterakan masyarakat yang merupakan program dari Desa Candiwulan.
“Kalo polemik hanya semacam dugaan, hanya beberapa orang saja, tapi secara keseluruhan saya kira nggak begitu, adem lah hanya beberapa, tapi sebagian besar mendukung,”tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Candiwulan Muchtar Jazuli juga sangat menyayangkan adanya kabar negatif yang beredar. Menurutnya, pendirian Bumdes telah melalui tahapan awal sesuai bimbingan dari pendamping desa yang merupakan kepanjangan tangan dari Kecamatan Kebumen.
‘’ Proses mulai dari tahapan sosialisasi, pembentukan team sampai dengan pembuatan program kerja, Perdes, penyertaan modal dan lain sebagainya. Selain itu, dalam pembentukan Bumdes juga telah dimusyawarahkan di Musdes, dan semuanya telah setuju, yang ingin pada intinya untuk peningkatan perekonomian masyarakat.’’jelasnya.
Adapun total anggaran dana Bumdes yakni sebesar Rp200 juta, dengan pencairaan melalui dua tahap. Ini dikarenakan anggaran yang digunakan merupakan Dana Desa tahap 2 dan tahap 3 dengan masing masing Rp 100 juta.
” Yang kita transfer sebanyak 2 kali dalam satu hari menggunakan DD tahap dua dan DD tahap 3, dikandung maksud kenapa kkta transfer dua kali tidak sekaligus Rp 200 juta karena SPJ DD itu kan bertahap jadi untuk memudahkan dalam pembuatan laporan, data dukung untuk pelaporannya lebih mudah ketika kita transfer dua kali karena menggunakan dua tahap dana desa, nah terkait dengan dari bu camat Kebumen memang selalu intens memberikan pembinaan pengarahan dan lain sebagainya demi kebaikan dan kemajuan di Desa Candiwulan,”imbuhnya.(K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















