KEBUMEN, Kebumen24.com – Seiring berkembangnya teknologi di era digital seperti sekarang ini, para pelajar diajak untuk bisa memamfaatkan dengan sebaik baiknya. Terutama penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi Umum Polres Kebumen Polres Kebumen, Ipda Nikmatun Nurjanah saat mengggelar ‘’Polwan Goes to School’’ di SMK N 2 Kebumen, Senin 8 Agustus 2022. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Polwan ke 74.
Ipda Nikmatun yang juga mantan Kepala Unit (Kanit) Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kebumen mengungkapkan, Wanita harus bisa menjaga diri lantaran kasus kejahatan kepada perempuan dan anak saat ini terbilang cukup tinggi. Menurutnya, salah satu faktor penyebab kasus ini adalah kurang bijak dan teliti dalam penggunaan media sosial.
“Jangan mudah percaya dengan teman yang baru dikenal melalui medsos. Banyak kasus pelecehan seksual kepada anak atau wanita yang belum dewasa, yang kami tangani bermula dari perkenalan di media sosial,” jelasnya.
Ipda Nikmatun menilai kasus pelecehan seksual kepada anak semakin meningkat seiring perkembangan media sosial saat ini. Bahkan, Perempuan akan selalu menjadi korban, meski dilakukan suka sama suka.
‘’ Dalam kasus ini, tidak mengenal istilah suka sama suka untuk pelecehan kepada anak. Meskipun dilakukan atas dasar suka sama suka, posisi perempuan tetap sebagai korban dalam hal ini.’’imbuhnya.
Lebih jauh ia menyebutkan, Kasus yang masih hangat ditangani oleh Polres Kebumen, yakni kasus pembunuhan kepada siswi SMP yang terjadi pada bulan Mei 2022 di Kecamatan Alian. Kasus itu bermula dari perkenalan melalui jejaring sosial yang selanjutnya keduanya bertemu secara langsung.
‘’ Saat pertemuan itu, teman laki-laki sempat melakukan pelecehan seksual kepada korban, sebelum akhirnya dibunuh. Kita tidak tahu, apakah teman yang baru kita kenal di medsos adalah orang baik. Tidak selalu, orang dengan photo profil dengan mengenakan pakaian agamis adalah orang baik. Sehingga kita harus benar waspada dan bijak menggunakan media sosial,” kata Ipda Nikmatun.
Untuk itu, para siswi juga diingatkan agar tidak suka memotret diri saat keadaan tanpa busana. Ini menyusul banyaknya peristiwa “post a picture” atau PAP, foto tanpa busana lalu dikirim ke teman lawan jenisnya.
‘’ Hal ini akan sangat merugikan sekali bagi wanita apalagi jika foto itu tersebar luas di medsos.’’pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















