KEBUMEN, Kebumen24.com – Untuk mengatasi persoalan banjir khususnya di Kota Kebumen, Pemerintah Kabupaten telah merencanakan pembangunan drainase di sepanjang Jalan Soekarno Hatta dan juga Jalan Sutoyo. Drainase dibangun dua arah, dan akan segara mulai dibangun minggu ini.
Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, disela sela kegiatannya, Kamis 14 Juli 2022. Menurutnya, banjir terjadi karena sistem drainase di Kebumen tidak berjalan efektif, terjadi penyempitan karena banyaknya sampah yang menyangkut ke saluran air. Sehingga air tidak bisa mengalir sebagaimana mestinya.
“Kita sudah menyiapkan alat berat untuk penggerukan drainase dari Jalan Soekarno Hatta sampai Jalan Sutoyo. Minggu ini sudah mulai dikerjakan, dan kita targetkan sudah rampung pada akhir tahun ini,” terangnya.
Bupati mengatakan, Drainase yang dibangun nantinya langsung tersambung ke Sungai Lukulo. Pembangunan ini merupakan wujud program penataan kota yang ia canangkan sejak pertama menjabat, namun lebih dulu melakukan kebijakan membuat jalan satu arah di beberapa ruas jalan dalam kota.
“Pembangunan drainase kalau harus menggusur pertokoan itu memakan biaya besar. Karena itu cukup dengan membuat jalan satu arah, agar jalan menjadi lebar dan punya ruang yang lebih untuk pembuatan saluran air,”katanya.

Dengan jalan satu arah tersebut, pemerintah juga bisa menyediakan ruang bagi pengguna jalur sepeda. Bahkan pada Minggu 17 Juli nanti, sudah bisa digunakan untuk car free day sampai dengan alun-alun Kebumen yang dimulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB.
“Mulai tanggal 17 Juli besok, hari Minggu besok kita buka lagi car free day untuk masyarakat. Car free day yang tadinya hanya di alun-alun akan kita perlebar sampai jalan Soekarno Hatta, muter jalan Merdeka, Jalan Sutoyo, terus sampai jalan Kusuma,” imbuh Bupati..
Disis lain Bupati juga menurutkan, persoalan banjir di Kota Kebumen sejatinya sudah menjadi salah satu keperihatinan yang ia rasakan pada saat mencalonkan diri sebagai Bupati pada 2020 lalu. Ia pun mencanangkan agar persoalan ini segara diatasi dengan memperbaiki tata kota. Banjir di Kota Kebumen bahkan sudah sering dirasakan warga jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati.
“Pada saat saya menyampaikan visi misi saat pencalonan, salah satu yang menjadi keperihatinan adalah Tugu Lawet kalau hujan deras bisa kaya kolam lele. Terbukti tadi malam, ini dari tahun 2017 belum juga selesai,”ujarnya (k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















