KEBUMEN, Kebumen24.com – Untuk mengantisipasi wabah PMK pada perayaan Idul Adha 1443 Hijriah, masyarakat diimbau agar sebaiknya tidak membagikan jeroan hewan kurban, namun lebih baik dikubur dalam dalam. Jangan sampai jeroan dan kotoran hewan kurban dibuang ke sungai karna dikawatirkan dapat menular ke yang lain.
Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, usai melaksanakan Sholat idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, di Masjid Nurul Hidayah, Kuwarisan, Kelurahan Panjer, Kebumen, Minggu 10 Juli 2022.
‘’ Perlu kami imbau, jeroan hewan kurban sebaiknya jangan dibagikan, tapi dikubur saja dalam dalam. Kotoran juga jangan sampai dibuang ke sungai karna dikawatirkan PMK dapat menular ke yang lain,’’ucap Bupati didampingi Sekda Kebumen Ujang Sugiono.
Selain itu, Bupati juga mengatakan, jika ada masyarakat yang mungkin mendapati sapi kondisinya tidak wajar seperti bibirnya pecah pecah, maka segera untuk menghubungi dokter hewan setempat atau ke Distapang Kebumen. Dengan begitu, pemerintah akan langsung melakukan pengecekan dan pengobatan.
‘’ Untuk itu, masyaraka tidak usah kawatir terhadap wabah PMK. Kendati begitu, masyarakat juga perlu hati hati dan waspada, jangan sampai PMK menular ke yang lain.’’pesan Bupati.
Bupati kembali mengingatkan, penyembelihan hewan kurban sebaiknya menggunakan pisau atau alat yang tajam. Termasuk jangan sampai pisau yang digunakan ditukar dengan milik orang lain.
‘’ Atau jika males ribet bisa juga disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), baik yang ada di Gombong atau Kebumen.’’punkasnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















