KEBUMEN, Kebumen24.com – Palang Merah Jepang, Japanesse Red Cross Society (JRCS) Bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen menggelar kegiatan analisa kajian risiko kebencanaan kepada pelajar Sekolah Dasar. Ini dilakukan untuk mengedukasi para siswa sedini mungkin.
Acara digelar di SD Negeri 1 Tanggulangin Klirong pada Rabu 22 Juni 2022. Kegiatan diikuti beberapa elemen sekolah dari guru, siswa, dan wali murid.
Koordinator Lapangan Program Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana, Qosim Jamaludin mengatakan pembekalan edukasi kebencanaan penting ditanamkan sejak anak usia dini. Terutama terhadap ancaman bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami.
‘’ SD N 1 Tanggulangin menjadi salah satu sekolah binaan dibawah JRCS, serta letak geografis jarak sekolah hanya 1,7 km dari bibir pantai sepanjang jalur selatan Kebumen. Hal tersebut yang mendasari kami untuk mengkaji dengan cara analisa, asesmen, dan rencana aksi di sekolah SD N 1 Tanggulangin” Ujar Qosim Jamaludin
Adapun untuk memberikan pengetahuan kebencanaan gempa dan tsunami dalam kegiatan ini dilakukan menggunakan media menggambar denah sekolah. Ini sebagai gambaran alur cara penanggulanan bencana, evakuasi dan mengenali titik kumpul di sekolah.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD N 1 Tanggulangin, Budianto, S.Pd mengungkapkan terima kasih dan berharap sebagai sekolah aman bencana. Rencananya, ia akan membenahi sarana prasarana yang memadai dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
“ Saya pribadi takjub sekali dengan teman-teman PMI Kebumen dan Palang Merah Jepang ini sehingga anak didik saya dapat mengenali bencana sejak usia dini. Insya alloh kami akan lakukan pembenahan sarana dan prasarana sekolah dengan kriteria sekolah aman bencana” Ujar Budianto.(k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















