PemerintahanPendidikanPERISTIWASENI BUDAYATRADISI

Grand Final Kebumen Culture Festival Tampilkan Berbagai Seni Kebudayaan Khas Daerah

1938
×

Grand Final Kebumen Culture Festival Tampilkan Berbagai Seni Kebudayaan Khas Daerah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Sebagai salah satu cara untuk melestarikan budaya asli daerah, pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar Grand Final Kebumen Culture Festival Tahun 2022. Kegiatan ini sekaligus mendukung sektor pariwisata dimana pada akhirnya sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, di hari kelima Kebumen International Expo (KIE), di Gedung Aula Setda Kebumen Rabu 29  Juni 2022. Grand Final diikuti 12 peserta memperebutkan juara 1, 2 dan 3 tingkat kabupaten.

“Kebumen Culture Festival ini untuk menunjukan jatidiri Kebumen sebagai masyarakat madani yang memiliki komitmen untuk melestarikan, menjaga, dan mengembangkan budaya sebagai warisan dan identitas diri masyarakat kita yang beradab luhur,” ujar Bupati.

Dalam KIE ini, Bupati menyatakan, pihaknya sudah menyediakan banyak tempat bagi para pelaku seni dan budaya untuk tampil dengan adanya festival. Seperti festival batik, festival kuda lumping, karawitan atau gamelan, festival kuliner, serta pameran kerajinan tangan dari produk-produk UMKM.

“Dalam satu tahun terakhir, kita sudah memberikan ruang kepada mereka untuk tampil di publik menghibur masyarakat. Tidak ada lagi larangan, karena alhamdulillah sudah zero covid,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Muhamad Arifin menambahkan, dalam Grand Final Kebumen Culture Festival  Kabupaten Kebumen 2022 ini menampilkan Debus, Tarian Cepetan, Angklung, Kuda Lumping, dan Janjaneng. Kemudian Ketoprak, group musical, dan Monoreng, mereka membawahai enam distrik dari berbagai kecamatan, yakni Distrik Gombong, Karanganyar, Pejagoan, Kebumen, Kutowinangun, dan Prembun.

“Lomba ini harus menampilkan khas dari kebudayaan dari masing-masing kecamatan, misalnya ada cepetan, janengan, kuda kepang, angklung serta tari-tarian lain. Di enam besar ini pesertanya ada 12 kelompok, yang diambil dari juara 1 dan 2 di masing-masing distrik,” ujar Arifin.

Adapun pemenangnya untuk juara 1 dari Buayan yang menampilkan group musical, mereka mendapat piala dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta. Juara 2 dari Sruweng menampilkan Jamjaneng, dengan hadiah piala dan uang pembinaan Rp4,5 juta. Juara 3 dari Karanganyar menampilkan group tari dengan hadiah piala dan uang pembinaan Rp4 juta.

Arifin menyatakan, pemerintah bakal terus membuat event kebudayaan karena tidak dipungkiri untuk bisa mendongkrak wisata daerah maka kebudayaan masyarakatnya harus kuat dan mengakar, karena inilah yang akan membawa daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke Kebumen.

“Goolnya adalah kita ingin bagaimana kebudayaan ini bisa memberikan multi playar efek bagi peningkatan ekonomi masyarakat dengan menjadikan ini sebagai bagian dari sektor wisata,” terangnya.(k24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com