KEBUMEN, Kebumen24.com,- Untuk menguatkan jalinan kerukunan antar umat beragama, Kantor Kementerian Agama Kebumen menggelar Dialog dan pentas seni lintas agama. Acara mengambil tema Merawat Kerukunan Menggali Potensi Menuju Kebumen sejahtera Mandiri Bersama Rakyat.
Kegiatan berlangsung meriah, di Wedangan Nyamleng Nyamleng Sabtu Malam, 18 Juni 2022. Hadir sebagai narasumber Ketua PCNU Kebumen Kh Dawamudin Masdar, Kepala Kesbangpol Kebumen Yanie Giat Setiawan S. Sos, M.Acc dan juga Perwakilan dari umat Katolik Romo Stefanus Heriyanto.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen Drs. H. KHAMID, M.Pd.I menyampaikan kegiatan ini untuk mengajak menjaga toleransi dan kerukunan beragama serta menggali potensi bersama untuk kemajuan Kabupaten Kebumen. Adapun pentas seni agar peserta yang hadir bisa saling mengenal dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia. Dimana kekuatan besar, bangsa ini adalah persatuan dan kesatuan antar warga negara.
” Pada kesempatan ini kami juga menyelenggarakan dialog antara umat beragama yang narasumbernya ada dari Ormas Islam ada dari Kristen kemudian tentu saja ada dari pemerintah daerah yaitu bupati kebumen yang malam hari ini di wakili oleh Kepala Kesbangpol,” Ujarnya.
Dikatakan, Kabupaten Kebumen memiliki contoh baik dalam menjaga kerukunan umat beragama. Dimana 99 persen warganya merupakan pemeluk agama Islam, namun keharmonisan dengan pemeluk agama lain bisa tetap terjalin.
‘’ Masyarakatnya saling tolong menolong dan tidak pernah memandang agama yang dianut. Hal inilah, yang menjadikan Kabupaten Kebumen memiliki moderasi beragama dan toleransi yang cukup tinggi.’’imbuhnya.
Sementara itu Kepala Kesbangpol Kebumen Yanie Giat Setiawan S. Sos, M.Acc menyampaikan tantangan saat ini dalam merawat kerukunan umat beragama adalah rusaknya toleransi antar masyarakat. Ini tentunya akan menyebabkan perpecahan dan mengancam persatuan bangsa dan negara.
Untuk itu, moderasi beragama dibutuhkan kedewasaan setiap pemeluk agama agar bisa saling hormat dan menghormati. Dengan begitu Ideologi Politik Ekonomi Sosial Budaya bisa berjalan bersama, untuk mewujudkan kemakmuran bagi masyarakat.
” Kita bisa sepeti ini belum tentu didaerah lain bisa seperti ini, dialog anatar agama, karena berbedaaan moderasi keagamaan butuh kedewasaan,” Terangnya.(k24/imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















