SOSIAL

Hidup Sebatang Kara, Kekek di Puring Tinggal di Rumah Reot

1215
×

Hidup Sebatang Kara, Kekek di Puring Tinggal di Rumah Reot

Sebarkan artikel ini

PURING, Kebumen24.com – Sudah selayaknya usia senja merupakan waktu bagi seseorang untuk menikmati masa tuanya bersama keluarga. Namun ini tidak berlaku bagi kakek Sanreja alias Kakek Mingin (85 tahun) Warga desa Sitiadi RT 01 RW 02 Kecamatan Puring Kebumen.

Di usianya yang tidak muda lagi, ia tinggal seorang diri tanpa ada keluarga yang menemani. Ia hanya tinggal di sebuah gubuk kecil tanpa sekat antara ruang tidur dapur semua jadi satu yang  tidak layak huni dan tidak sehat.

Ia rela tetap bertahan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Bahkan untuk sekedar beristirahat dan tidur saja ia tidak mendapatkan tempat layak dan numpang di tanah milik warga.

Kakek Mingin harus menerima dan menjalani rasa pahit dari kehidupan. Di usianya yang sudah sangat senja, ia hanya bisa menjalani kehidupan dari hari demi hari tanpa adanya anak dan saudara setelah istrinya meninggal.

Kakek Mingin ini tinggal dalam sebuah rumah yang benar-benar tak layak untuk dihuni tanpa adanya listrik dan peralatan elektronik,hanya mengandalkan lampu teplok untuk penerangan setiap malamnya.

Saat ditemuia dirumahnya, Kakek Mingin mengatakan belum pernah mendapat bantuan berupa uang ataupun bedah rumah dari pemerintah desa setempat.

“Paling kulo nampi bantuan saking dusun nggih gendis,wos lan Mie nek bantuan arto kulo dereng nate nampi mas (paling saya menerima bantuan dari desa berupa gula,beras dan mie,kalau uang saya belum pernah menerima mas)”. Ungkap Kakek Mingin dengan nada Polos.

Yang paling membuat sedih, kini ia hanya tinggal sebatang kara dalam gubuk tak layak itu. Tidak ada anak, istri mau pun saudara yang mengurusnya di usia tua.

Kakek Mingin hanya bisa mengandalkan kebaikan dari orang sekitarnya seperti tetangga mau pun orang yang mau peduli kepadanya,untuk makan kadang ia memasak sendiri dengan kayu bakar atau terkadang ada memberinya makanan.

Seng usang dan berlobang merupakan dinding dari gubuk tua kakek Mingin. Tidak jarang, hawa dingin sering merasuki tubuh kakek tua ini di kala malam hari melalui sela-sela atap yang berlobang dan yang lebih menyedihkan lagi kalau hujan air akan masuk kerumahnya.

Sementara itu, PLT Sekdes Sitiadi Puring Joko Suprianto membenarkan Sanreja adalah warga desa Sitiadi dan tidak mempunyai sanak saudara karena dulu Sanreja adalah pendatang di Sitiadi dan dari pernikahanya tidak mempunyai keturunan.

“Betul mas Sanreja warga kami dan kondisinya memang memprihatinkan, dari pihak desa sebenarnya sudah brusaha maksimal membantu trmasuk berusaha memberikan bantuan bedah rumah,tapi karena persaratan bantuan RTLH salah satunya harus memiliki tanah,sementara Kakek Sanreja tidak punnya tanah dan sekarang numpang ditanah milik warga”.Pungkas Joko.(*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.