KEBUMEN, Kebumen24.com,- Untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, Desa Wanasari Kebumem mendirikan Taman Toga atau Tanaman Obat Keluarga. Taman ini didirikan sejak awal tahun 2020, dan dirintis bersama Puskesmas 2 Kebumen melalui inovasi Duda Enviro Tobat atau Peduli, Waspada, Cegah Covid Corona DenganTanaman Obat.
Kepala Desa Wanasari Kebumen Nur Aziz taman toga ini para kader PKK desa bergerak bersama menanam berbagai macam tanaman obat. Bahka mereka telah mampu menghasilkan berbagai macam produk olehan dari hasil taman Toga tersebut, dengan label jamu Srikandi.
Kendati begitu, produk jamu tersebut hanya baru dipasarkan dilingkunan sekitar. Ini dikarnakan masih terbatasnya tanaman obat yang dihasilkan. Produk jamu ini cukup diminati oleh masyarakat.
’ Taman Toga ini diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan dan perekonomian masyarakat, melalui berbagai produk yang dihasilkan.’’ujarnya.
Selain taman Toga, Desa Wanasari juga memiliki aplikasi kesehatan, bernama Mas Eviro. Ini untuk memantau kesehatan masyarakat, terutama pada saat wabah covid 19 melanda.
” Dengan aplikasi tersebut kami bisa mengakses siapa saja warga yang terpapar covid 19, dan disitu pula bisa diakses 9 bahan pokok untuk pembuatan jamu tradisional yang bernama jamu Srikandi,” Ucapnya. ‘
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Kebumen 2 Siti Maskhanah menuturkan tanaman obat, yang ada di Taman Toga Desa Wanasari ini cukup lengkap. Yakni mulai dari jahe merah, kunyit, jeruk nipis, sirih, sirsak, bunga telang dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk pengelolaan dilakukan oleh kader dengan dipimpin oleh Ketua Pembina PKK desa setempat.
Kemudian pembinaan Puskesmas Kebumen 2 untuk membuat suatu produk dengan bahan yang berasal dari taman Toga. Salah satunya produk yang dihasilkan berupa jamu cair langsung minum dan juga jamu serbuk berlabel Srikandi.
” Jahe untuk kekebalan tubuh, bunga telang untuk anti oksidan, kencur untuk melegakan tenggorokan dan pasien covid 19 bisa mengkonsumsi jamu tersebut yang telah tersedia,” Jelasnya.
Wiji selaku asisten Apoteker di Puskesmas Kebumen 2 dan pengelola program tradisional menjelaskan, obat Kimia memiliki efek samping yang bisa dinetralisir ataupun diminimalisir efek sampingnya. Dengan begitu jamu ini merupakan sebagai pendamping obat kimia dan upaya preventif ataupun pencegahan.
‘’Jadi ketika sakit, obat kimia harus tetap diberikan kepada pasien, dan untuk penyakit penyakit komorbit seperti diabetes dan hipertensi tidak boleh terlepas dari obat kimia. Akan tetapi, didampingi oleh ramuan ramuan herbal dan mengkonsumsinya ada konseling di Puskesmas dengan jarak 2 jam dari konsumsi obat kimia,’’jelasnya.(k24/imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















