Pemerintahan

Tarhim, Bupati Kebumen Dicurhati Mahalnya Minyak Goreng

1240
×

Tarhim, Bupati Kebumen Dicurhati Mahalnya Minyak Goreng

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bersama jajaran pimpinan OPD kembali menggelar safari Ramadhan dengan melaksanakan shalat tarawih bersama warga keliling desa dan kecamatan. Kali ini shalat tarawih dilaksanakan di Masjid Baitun Nur Karangede, Kecamatan Mirit, Selasa 5 April 2022.

Usai tarawih, seperti biasa Bupati menggelar silaturahmi dengan warga untuk berbagi pikiran dan masukan menyangkut kinerja pemerintahan. Beberapa warga ada mengeluhkan mahalnya minyak goreng. Terlebih kepala desa menyatakan, banyak warganya yang bekerja sebagai penjual gorengan.

“Banyak warga kami di sini yang jualan gorengan. Termasuk para pengrajin kerupuk. Jadi mereka mengeluhkan mahalnya minyak goreng. Bahkan ada yang tidak bisa beroperasi karena biaya tak terjangkau,” ujar Kepala Desa Karanggede, Gunawan Didi mewakili warga masyarakat.

Mendengar hal itu, Bupati menyatakan, mahalnya minyak goreng sudah menjadi isu nasional yang melibatkan berbagai macam pemangku kepentingan di tingkat pusat. Bahkan global. Pihaknya pun terus mendorong kepada pemerintah pusat agar ada regulasi yang bisa menjadikan minyak goreng kembali murah.

“Soal minyak goreng ini memang sudah menjadi isu nasional. Problemnya sama bukan hanya di Kebumen, tapi juga di daerah lain. Maka kita pun terus berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat agar ada regulasi yang bisa menjadikan minyak goreng kembali murah dengan pemberian subsidi atau dengan sekema lain,” ujar Bupati.

Bupati, kata dia, bahkan sudah beberapa kali melakukan operasi pasar untuk memastikan ketersediaan minyak goreng, beserta tingkat harganya.  Bupati bersyukur stok minyak goreng di Kebumen masih cukup, meski harganya memang jauh lebih mahal dari harga sebelumnya.

“Alhamdulillah di Kebumen tidak sampai ada antrean pembelian minyak goreng yang berkepanjangan. Stok bahan pokok kita masih cukup, meski ada beberapa yang harganya naik, jelang Ramadhan karena kebutuhan masyarakat juga mengalami kenaikan,” jelasnya.

Untuk mengurangi beban masyarakat, Bupati meminta Disperindag untuk memberikan minyak goreng murah kepada masyarakat yang sudah disubsisidi oleh pemerintah daerah dengan harga Rp14 ribu per liter. Bupati meminta 260 liter minyak agar didistribusikan ke Karanggede.

“Besok Kepala Disperindag yang mengurus, Saya minta 260 liter didistribusikan ke Karanggede. Nanti masyarakat bisa mengambil di kantor desa, satu orang jatahnya satu liter,” ujar Bupati yang turut membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat.

Di saat kondisi minyak goreng yang sedang mengalami kenaikan, Bupati juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melulu mengolah masakannya dengan cara digoreng. Bisa mengantinya dengan cara dikukus, direbus, atau dibakar.

“Orang tua kita dulu justru banyak yang mengolah makanan bukan dengan cara digoreng, tapi dikukus, direbus, atau dibakar. Malah dianggap lebih sehat, tidak mengandung kolestrol. Artinya saat situasi yang sedang sulit ini, cara-cara itu bisa dilakukan, sekaligus untuk meminimalisir  keuangan keluarga,” tandasnya

Tidak hanya itu, Bupati juga cukup berbangga karena banyak warga di berbagai desa yang sudah berkreatifitas membuat minyak goreng dari kelapa. Pihaknya terus mendorong agar itu dikembangkan agar bisa menjadi pengganti minyak goreng sawit.(k24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.