PemerintahanPERISTIWA

Rutan Kebumen Ikuti Acara Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 58

1477
×

Rutan Kebumen Ikuti Acara Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 58

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepala Rutan Kelas II B Kebumen Halasson Sinaga bersama jajaran, mengikuti acara Syukuran pengingatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke 58, yang diselenggarakan Kementrian Hukum dan Ham. Kegiatan berlangsung secara virtual, Selasa 26 April 2022 terpusat diThe Hotel Sultan, Jakarta. Untuk Rutan Kebumen sendiri berlangsung di Aula Kantor setempat.

Acara mengambil tema “Pemasyarakatan PASTI dan BerAkhlak, Mewujudkan Indonesia Maju” sebagai bentuk komitmen nyata untuk perlahan-lahan menjawab berbagai tantangan agar kembali bangkit dan pulih dari hantaman pandemi COVID-19.

Dalam sambutanya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly menyampaikan, Pemasyarakatan sebagai institusi yang turut bertugas dalam pemajuan dan pembangunan sumber daya manusia dituntut untuk lebih aware terhadap kondisi pandemi Coronavirus disease (COVID-19). Ini mengingat terdapat 267.448 narapidana dan tahanan yang masuk kategori usia produktif.

Untuk itu, Pemasyarakatan harus adaptif dan inovatif. Termasuk tidak dibenarkan menggunakan cara-cara lama dalam pelaksanaan program Pemasyarakatan.

“Kita harus memikirkan cara mengubah tantangan besar tersebut menjadi peluang untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penyesuaian program pelatihan narapidana dengan kesempatan kerja yang tersedia,” tegas Yasonna H. Laoly.

Menurut Yasonna, berbagai permasalahan dan pencapaian yang silih berganti diharapkan dapat mendewasakan dan menguatkan institusi. Pemasyarakatan diminta harus mampu bertransformasi menjadi institusi yang mampu menciptakan manusia berketerampilan dan memiliki produktivitas tinggi. Dengan begitu nanti akan siap berkompetisi, baik di level nasional maupun global.

Lebih jauh ia berpesan jangan sampai kembalinya narapidana di tengah masyarakat tidak dibarengi dengan upaya peningkatan kesejahteraannya. Ini akan berpotensi besar terjadinya residivisme karena ketidakmampuannya untuk bersaing di tengah masyarakat.

“Pemasyarakatan harus mampu menjembatani para narapidana dengan lingkungan sosialnya. Sudah saatnya program pemberdayaan masyarakat ditingkatkan. Upaya promosi sebelum para narapidana ini benar-benar terjun ke masyarakat juga perlu dioptimalkan,” tambah Yasonna.

Disisi lain, ia juga menghaturkan terima kasih terhadap seluruh pihak yang telah membantu, mendukung, dan mendampingi institusi Pemasyarakatan dalam melakukan upaya-upaya perbaikan.

“Semoga di bawah naungan panji Pemasyarakatan, kita dapat terus bekerja dengan penuh dedikasi. Memiliki komitmen dan integritas bagi pemajuan Sistem Pemasyarakatan,” tegasnya.

Sementara itu, turut hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Intelijen Negara, Ketua Umum Palang Merah Indonesia, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Ketua Ombudsman, Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme, Kepala Badan Narkotika Nasional, serta perwakilan Kepolisian Negara RI dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Selain itu, Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, serta perwakilan United Nations Office on Drugs and Crime, Kementerian Agama, dan mitra kerja Pemasyarakatan lainnya, baik secara langsung maupun virtual.

Acara ini turut menampilkan Prison Art Show hasil karya dan tari kreasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Disampaikan pula omset penjualan program One Day, One Prison’s Product dan pengundian doorprize bagi pembeli dalam program tersebut terhitung tanggal 23 Maret-22 April 2022.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga menyampaikan, Program ini sukses mengenalkan dan pemasarkan produk hasil karya WBP kepada masyarakat serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam peringatan HBP Ke-58. Ini  sekaligus memberikan tambahan premi bagi WBP dan Penerimaan Negara Bukan Pajak dari hasil penjualan produk WBP.

“Hasil yang telah diperoleh antara lain terdapat 3.245 transaksi, 660.159 produk terjual dengan total omset sebesar Rp3.084.607.553 (tiga milyar delapan puluh empat juta enam ratus tujuh ribu lima ratus lima puluh tiga rupiah). One Day, One’s Prison Product menjadi semangat baru untuk mendorong akselerasi pertumbuhan produksi, khususnya hasil karya WBP. Tidak cukup hanya produktif, tapi Pemasyarakatan harus promotif dan informatif kepada masyarakat,” harap Reynhard.

Sebagai apresiasi, sejumlah penghargaan juga diberikan kepada mitra kerja Pemasyarakatan, UPT Pemasyarakatan dan pegawai berperestasi, serta para pemenang lomba menyambut HBP Ke-58. Untuk kategorinya yaitu, lomba logo dan slogan, lomba vlog dan film pendek, serta lomba inovasi layanan publik Pemasyarakatan.

Selain itu, acara dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti peresmian gedung kantor/UPT secara virtual, peluncuran buku “Sesepuh Pemasyarakatan Berbagi”, dan tausiah bersama Ustaz Das’ad Latief.

Adapun gedung kantor/UPT yang diresmikan adalah:

  1. Gedung Kantor Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku;
  2. Pengunaan Gedung Asrama Politeknik, BPSDM Hukum dan HAM;
  3. Gedung Lapas Kelas III Batulicin, Kalimantan Selatan;
  4. Gedung Rutan Kelas IIB Kabanjahe, Sumatra Utara;
  5. Gedung Kantor dan Rumah Negara Kanim Kelas I TPI Palu, Sulawesi Tengah;
  6. Gedung Kanim Kelas III Non TPI Bima, Nusa Tenggara Barat;
  7. Gedung Bapas Kelas I Denpasar, Bali;
  8. Rumah Pengering Hasil Pertanian/Perkebunan Lapas Kelas IIB Ciangir, Banten;
  9. Penggunaan Rumah Khusus Kanim Kelas II TPI Atambua, Nusa Tenggara Timur;
  10. Penggunaan Rumah Khusus Lapas Kelas I Batu, Jawa Tengah;
  11. Penggunaan Rumah Khusus Lapas Kelas I Kerobokan, Bali;
  12. Penggunaan Rumah Susun Lapas Kelas I Medan, Sumatra Utara;
  13. Penggunaan Rumah Susun Lapas Kelas I Batu, Jawa Tengah;
  14. Penggunaan Rumah Khusus Kanim Kelas I TPI Denpasar, Bali; dan
  15. Penggunaan Rumah Susun Kanim Kelas I Khusus TPI Batam, Kepulauan Riau.

Sebelumnya, rangkaian peringatan HBP Ke-58 telah dimulai sejak akhir Maret 2022. Diantaranya berbagai perlombaan, One Day, One Prison’s Product, Donor Darah, Pekan Olahraga dan Seni, Safari Ramadan, Webinar Teknologi Informasi, Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan, Bakti Sosial, Pemasyarakatan Bersih-Bersih, Vaksinasi Booster bagi Narapidana dan dukungan Usaha Mikro Kecil Menegah.

Sedangkan untuk puncaknya akan digelar Upacara pada Rabu 27 April 2022 besok. Seluruh kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan jajaran Pemasyarakatan dan WBP, namun juga mitra kerja Pemasyarakatan, baik di lingkungan pemerintahan, swasta, maupun masyarakat..(K24).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.