KEBUMEN, Kebumen24.com – Beragam cara dilakukan oleh sejumlah kalangan muda untuk menunggu waktu berbuka puasa. Seperti halnya yang dilakukan oleh Remaja Masjid Darussalam, Gang Mawar No.8, Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen.
Bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen, Remaja Masjid Darussalam menggelar ngabuburit bertajuk NgabubuWrite di Serambi Masjid Darussalam, kelurahan setempat, Sabtu 16 April 2022. Para remaja masjid diajak menelusuri literasi digital dan berbagai macam isu seputar media massa dan media sosial.
Ketu PWI Kebumen, Ondo Supriyanto menyampaikan bahwa media massa dan media sosial kini sangat tajam dalam mempengaruhi persepsi ditengah kehidupan masyarakat. Menurutnya, remaja masjid merupakan salah satu komunitas yang harus memiliki wawasan sekaligus kecerdasan dalam bermedia, baik itu media massa maupun media sosial.
“Remaja merupakan genarasi penerus bangsa. Tak heran jika masa depan suatu bangsa berada di pundak pemuda. Tidak berlebihan terdapat ungkapan, jika ingin menguasai suatu bangsa dimasa mendatang, kuasailah pemuda,” ujar Supriyanto membuka diskusi.
Hal ini, katanya, menjadi salah satu alasan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kebumen menggelar acara NgabubuWrite bersama Remaja Masjid Darussalam Gang Mawar Nomor 8 Kelurahan Kebumen. Ia berharap melalui kegiatan tersebut, kedepan remaja masjid setempat dapat mewarnai jagad media sosial dengan konten-konten yang positif dan edukatif.
“Jangan hanya menjadi konsumen konten saja, terlebih konten-konten yang belum jelas kebenarannya, unfaedah dan kurang mendidik. Ayo isi ruang-ruang media sosial dengan konten-konten yang kreatif dan positif,” ajaknya.
Ia merasa perihatin dengan adanya polarisasi-polarisasi yang ada di media sosial yang dipicu oleh banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian. Oleh karenanya, literasi di era digital sangat penting sebagai dasar bagi para remaja dalam bermedia sosial.
Sementara itu, Penasehat PWI Kebumen Komper Wardopo menegaskan pentingnya budaya literasi bagi generasi milenial. Menurutnya, melalui tradisi membaca dan menulis, kecerdasan, kreativitas dan produktifitas akan lebih terasah dan berkualitas. Terlebih, bonus demografi kini tengah dialami oleh bangsa Indonesia, dimana usia produktif lebih mendominasi.
“Banyak penelitian kebudayaan suku bangsa yang maju dan punah menyimpulkan, bahwa bangsa yang mampu bertahan dan maju adalah bangsa yang mampu mengatasi, memetakan persoalan dan kekurangannya. Kemudian mampu mengatasi persoalan kekurangan dan tantangan menjadi jawaban,” tegasnya. (k24/ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















