Ekonomi

Kelompok UMKM Barokah Ubah Bonggol Pisang Jadi Cemilan Lezat

1946
×

Kelompok UMKM Barokah Ubah Bonggol Pisang Jadi Cemilan Lezat

Sebarkan artikel ini

BONOROWO, Kebumen24.com – Bagi sebagian masyarakat, mungkin masih jarang tahu, jika bonggol pisang yang sering dianggap limbah atau sampah, ternyata bisa diolah menjadi makanan cemilan yang lezat. Bahkan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Seperti yang dilakukan Perkumpulan UMKM Barokah di Desa Rowosari, Kecamatan Bonorowo Kebumen, Kamis 3 Maret 2022. Bonggol pisang disulap menjadi makanan yang lezat dan penuh serat. Bonggol pisang yang digunakan merupakan batang paling bawah yang telah ditebang dan diambil buahnya.

Ketua Perkumpulan UMKM Barokah Nano, mengatakan Ide ini muncul berawal saat dirinya melihat banyaknya pohon pisang dilingkungan sekitar. Dari situ ia kemudian berinisitif untuk mengolahnya menjadi makanan mebuat makanan keripik.

“Kami ingin berinovasi dengan produk-produk yang kami miliki, supaya bisa memanfaatkan potensi-potensi yang ada dilingkungan sekitar kita apalagi di Kebumen bonggol pisang sangat berlimpah. Dan arah kami ingin memanfaatkan yang dilihat orang tidak ada manfaatnya sama sekali tapi kita bisa merupiahkan hal tersebut menjadi barang yang bernilai jual tinggi.” Ucapnya.

Menurutnya, selain rasanya yang lezat ternyata bonggol pisang mengandung banyak serat dan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Untuk itu Nano berharap produk bonggol pisang dapat diterima dan dikenal oleh masyarakat serta penjualan semakin luas

“Semoga dari dinas terkait bisa melirik dan membantu para UMKM seperti kami sehingga produk bonggol pisang bisa menjadi produk unggulan Kabupaten Kebumen.” Imbuhnya.

Sementara itu Wakil Ketua UMKM Barokah Yuni Puji Lestari mengatakan proses pembuatan keripik bonggol pisang tidak terlalu sulit. Adapun jenis bonggol pisang yang di gunakan adalah semua nonggol pisang kecuali jenis pisang ambon.

”Semua jenis bonggol pisang dapat diolah kecuali bonggol pisang ambon, karena serat bonggol pisang tersebut memiliki rasa yang pahit.” Ucap Yuni.

Proses pembuatan bonggol pisang diawali dengan membersihkan dan memotong bonggol pisang menjadi ukuran kecil. Setekah dipotong bonggol kemudian diserut menjadi potongan tipis kecil.

Setelah selesai bonggol pisang direndam menggunakan air kapur selama 30 sampai 1 jam untuk menetralisir rasa gatal yang ada dibonggol pisang. Selain itu air kapur juga berfungsi sebagai perenyah alami.

Jika sudah sudah, cuci dan ditiriskan bonggol pisang dimasukan ke dalam adonan tepung yang telah dibumbui. Keripik siap di goreng dengan api sedang hingga berwarna kuning keemasan.

Harga untuk satu kemasan keripik pisang jni juga sangat terjangkau. Dengan kemasan berat 100 gram dijual dengan harga Rp8000 untuk reseller dan Rp10.000 untuk harga jual dipasaran.

Meski baru berjalan dua bula Yuni mengatakan penjualan produk ini sudah merambah ke luar kota seperti Jakarta, Purwokerto hingga Jogja. Selain keripik bonggol pisang Peekumpulan UMKM Barokah juga menyediakan berbagai macam produk seperti kopi, olahan singkong, Jamu dan berbagai makanan ringan.

“UMKM Barokah merupakan perkumpulan dari 23 UMKM di Kebumen jadi ada berbagai macam produk yang dihasilkan. Harapannya sesuai tujuan Bupati penggunakan produk dan bahan baku lokal. Paling tidak bisa membranding produk kita di wilayah Kabupaten Kebumen pada umumnya.” Imbuhnya. (K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.