KEBUMEN, Kebumen24.com – Dialog Sosial Keagamaan menandai berakhirnya rangakaian kegiatan Harlah NU ke 99 di Kebumen. Acara bertajuk ‘’Akselerasi Kebumen Semarak’’ itu berlangsung meriah, di Pendopo Kebumian, Senin 21 Februari 2022.
Dialog dimoderatori Rektor UMNU Kebumen Dr. Imam Satibi. Kegiatan ini menghadirkan pemateri Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Kepala Kantor Kemenag Kebumen Ibnu Asadudin, Ketua PCNU Kebumen KH. Dawamudin Masdar serta jajaran Forkopimda lainya.
Pada kesempatan itu, Bupati Kebumen menyampaikan komitmenya dalam penataan Kebumen dimulai dari membangun mental aparatur yang jujur dan bersih melayani. Termasuk telah menata birokrasi yang Clean and Clear untuk mewujudkan good governance dan Open government di Kabupaten Kebumen.
‘’Untuk memajukan Kabupaten Kebumen sudah jelas sesuai visi misi kami yakni mewujudkan Kebumen yang Semarak Sejahtera Mandiri berakhlak bersama rakyat. dengan birokrasi Clean and Clear dan good governance dan Open government,’’ucapnya.
Melalui momentum ini, Bupati mengajak kepada seluruh Kyai NU agar bersama sama mendukung program pemerintah demi terwujudnya Kebumen kedepan yang semarak, Sejahtera, mandiri berakhlak bersama rakyat.

KH.Saeful Munir selaku Ketua Harlah menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi semua pihak khususya Bupati Kebumen. Selain itu kepada Ratih TV dan Madu FM serts para nara sumber dan partisipan yang telah mensukseskan harlah khususnya pada malam puncak ini.
‘’Atas nama Ketua Panitia kami ucapkan beribu terimakasih atas support dan dukungannya. Khususnya kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto,’’ucapnya.
Sementara itu, dalam dialog tersebut juga membahas banyaknya persoalan keagamaan yang muncul di Kebumen maka infrastruktur keagamaan yang ada minta dihidupkan kembali. Salah satunya Islamic Center yang mangkrak seperti mati suri tanpa ada pengelolaan yang jelas.
Selain itu, berbagai persoalan menarik juga mencuat dalam dialog keagamaan seperti tingginya angka perkawinan anak usia dini, perceraian dari gugatan pihak perempuan, kawin syiri, dan kejahatan sex terhadap anak. Tak hanya itu, banyknya kasus gantung diri sampai dengan munculnya kekerasan agama yang melarang pengikutya untuk sekolah dan kuliah menjadi keprihatinan semua pihak.
Terkait hal itu, Kepala Kemenag Kebumen Ibnu Asadudin meminta kegiatan diskusi semacam ini bisa terus digalakan. Dengan begitu segala permasalahan atau isu yang mencuat dimasyarakat bisa didiskusikan bersama sehingga menemukan solusinya.
Dawamudin meminta semua pihak memahami komitmen dan perjuangan NU dari masa penjajahan, kemerdekaan hingga sampai era sekarang. Menurutnya, NU tidak perlu diragukan lagi dalam menegakan NKRI. Meskipun secara nasab NU jelas namun juga perlu diimbangi nasib yang baik.(k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















