KEBUMEN, Kebumen24.com – Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto terus melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui pemamfaatan program Desa Melek Internet atau Desmeli serta mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di seluruh desa yang ada di Kebumen.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara Launching Implementasi Program Desmeli di Krakal, Alian, Senin 6 Desember 2021. Hadir Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Kominfo RI Dhia Anugrah Febriansah, Dan Sekjen Kemendes yang diwakili Direktorat Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Desa, Pemerintah Desa, Grace Meyanti Putri serta warga setempat.
Melalui Program Desmeli dan Bumdes Bupati menginginkan ke depan tidak ada lagi desa tertinggal di Kebumen, namun menjadi desa yang mandiri. Komitmen itu juga sudah dicanangkan oleh seluruh kepala desa saat mengadakan pertemuan Desa Munggah Kelas di Tanggulangin, Klirong.
“Desa melek internet merupakan keharusan karena pembangunan sekarang dari bawah ke atas, bukan dari atas ke bawah, jadi akan sulit daerah berkembang kalau desanya tidak mampu berkembang,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan, ciri Desa berkembang adalah penguasaan masyarakatnya terhadap teknologi digital. Untuk itu sudah seharusnya semua desa di Kebumen tersambung dengan jaringan internet.
“Inilah perlunya inovasi, pemerintah desa harus bisa melakukan inovasi digital dengan memanfaatkan internet untuk layanan masyarakat. Alhamdulillah desa di Kebumen sekarang sudah memiliki website yang berisi laporan kegiatan desa, dan penggunaan anggaran desa agar bersifat transparan,” jelasnya.
Lebih lanjut menurut Bupati, Desmeli juga bagian dari untuk mendukung Bumdes, dimana Bumdes saat ini harus bisa memanfaatkan teknologi digital. Terutama untuk mempromosikan prodaknya.
“Desa ini perlu juga membuat tim medsos untuk mempromosikan potensi desa yang dikelola Bumdes. Banyak potensi desa wisata di Kebumen yang bisa dikembangkan agar lebih maju dalam sebuah wadah Bumdes. Ini yang perlu ditingkatkan dan digali terus,” jelasnya.
Selain itu Bupati memastikan Dana Desa (DD) pada tahun 2022 meningkat. Nantinya DD bisa digunakan untuk permodalan Bumdes. Namun Bumdes harus bisa mandiri jangan tergantung pada DD.
“Karena Bumdes harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tuturnya.
Bupati menegaskan kemiskinan di Kebumen sejatinya adalah berlian yang belum diasah dengan baik. Untuk itu ia menginginkan Kebumen punya Maskot Wisata yang bakal menjadi tujuan utama dari para pelancong, seperti daerah-daerah lain yang sudah dikenal dengan maskot wisatanya.
“Sayangnya Kebumen belum punya maskot wisata yang menjadi tujuan utama para pelancong. Seperti halnya orang berwisata ke Jakarta tujuannya pasti ke Ancol atau Monas. Nah! Kebumen harus punya itu,” tandasnya. (k24)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















