KEBUMEN, Kebumen24.com,- Kawasan Geopark sebagai lahan konservasi alam dan ilmu pengetahuan di Kebumen kini genap berusia 3 tahun. Kendati begitu dalam membangun kawasan tersebut, Sosialisi dan edukasi kepada masyarakat belum begitu maksimal.
Hal itu, menjadi pembahasan menarik saat konfrensi pers Perlindungan dan Pengelolaan Taman Bumi (Geopark) Karangsambung Karangbolong Dan BRIN Mendukung Kebumen Sebagai Geopark Global, di Panggung Terbuka Diskominfo Kebumen Kamis, 11 November 2021. Hadir sebagai narasumber Ketua Harian Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong Ir Junaedi Faturachman, Msi, dan juga Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Peneliti Utama Chusni Ansori.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Harian Pengelola Geopark Karangsambung Karangbolong Ir Junaedi Faturachman, Msi, mengatakan Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar di bidang batuan purba yakni Geopark. Dimana jika dikelola secara serius maka tujuan geopark akan tercapai yang diantaranya edukasi, konservasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Menurutnya ini merupakan peluang investasi besar, terlebih Kebumen memiliki kawasan geopark seluas 30 hektar. Kawasan tersebut juga sangat dikenal pada kalangan peneliti, Bahkan, berkaca dari daerah lain yang sama sama memiliki kawasan geopark dapat berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
‘’ Seperti dicontohkan di Gunung Kidul, kemiskinan setiap tahunnya bisa turun 1 persen dari sebelumnya dikenal dengan daerah tandus dan sulit air.’’ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Khususnya di era pandemi covid sekarang ini harusnya tumbuh inisiatif dari bawah dengan pengembang desa wisata.
” Salah satu pilar pembangunan adalah geowisata. Sudah banyak penelitian pembangunan ekonomi bukan dari migas tapi dari pariwisata,” Ucapnya.
Junaedi mengatakan kawasan geopark bukan hanya sekedar penelitian terhadap batuan saja, namun juga terdapat keanekaragaman hayati yakni tanaman endemik khas Kebumen. Ini nantinya harus dikembangkan di wilayah Karst Karangsambung dan Karangbolong.
Pihaknya menegaskan ini merupakan tugas bersama untuk mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat akan kekayaan dari geopark ini. Begitu juga dengan media diharapkan turut membantu untuk mempromosikan kawasan geopark ke masyarakat luas.
” Membangun kebanggaan kesadaran dulu punya sesuatu yang berharga dan kita jadi bangga. Kalo terbangun dengan baik ini akan terjaga dengan baik,”imbuhnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Chusni Ansori. Menutunya, komponen utama geopark adalah edukasi, bukan hanya sosialisasi semata, dan disitu ada penelitian. BRIN juga menunjang riset batuan yang harus dipublikasikan di Dunia Internasional dengan indeks Global.
Saat ini Geodiversitas di Karangsambung telah dibangun sebagai pusat informasi bagi para mahasiswa yang sedang melakukan penelitian. Dengan begitu semua organisasi di BRIN bisa memanfaatkannya.
Chusni menjelaskan Geodiversitas nantinya ada museum batuan terlengkap dan juga akan dipublikasikan dengan audio visual mengenai terbentuknya batuan tersebut. Disamping itu, juga dibangun mini botanikal garden sesuai dengan tanaman endemik yang ada di Kebumen.
“Kita juga akan mengembangkan diklat yang berbau Gediversitas. Kalo kita mintanya internasional,” Tuturnya.(k24/imam).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















