KEBUMEN, Kebumen24.com – PC Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU ) Kebumen menyelenggarakan Pelatihan Relawan yang diikuti oleh 40 orang peserta. Pelatihan tahap 2 ini berlangsung 6 hingga 8 Aguistus 2021 di SMK Maarif 7 Kuthowinangun.
Untuk wilayah kebumen timur meliputi 8 Kecamatan/MWCNU, yaitu Kecamatan Buluspesantren, Ambal, Mirit, Kuthowinangun, Prembun Bonorowo, Poncowarno dan Padureso. Pasca Pelatihan, para peserta akan dilantik menjadi Pengurus LPBI NU ditingkat MWCNU terkait.
Hadir Sekretaris BPBD Kebumen Teguh Kristianto, Kepala Kemenag Kebumen H. Panut, Forkopimcam serta Ketua MWCNU daro9 8 Wilayah Timur Kebumen. Acara mengahadirkan narasumber dari berbagai pihak, diantaranya BPBD, PMI, Kemenag, Dinkes, LKNU dan LPBI NU Kebumen serta Bagana Kebumen.
Dalam sambutannya Teguh Kristianto, SE., MT menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada LPBI NU dan NU Kebumen atas digelarnya acara tersebut. Menurutnya pelatihan ini BPBD Kebumen akan semakin terbantu dalam urusan kebencanaan.
‘’ Ini bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dan menuju kebumen tangguh bencana.’’ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Tanfidziyah Kyai Fauzi Almuhtad, M.Ag. Menurutnya peran NU dibidang kebencanaan sangatlah penting. Terlebih dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. PCNU harus terus mendukung upaya Lembaga dan Banom dalam melakukan berbagai macam aktifitas pelayanan kepada umat atau jamaah.
‘’ Tapi juga harus tetap mematuhi himbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat termasuk pelatihan hari ini kita melihat langsung bagaimana ketatnya prokes,’’ucapnya.
Lebih lanjut Fauji menilai Pelatihan ini baik dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat atas layanan keumatan. Apalagi masyarakat Kebumen mayoritas NU.
‘’ Maka kami berharap NU terus berkiprah hingga level ranting/anak ranting NU. PC LPBI NU Kebumen sudah sangat bagus dalam ketugasan dan kini menyiapkan kader dan sekaligus sebagai upaya penguatan organisasi MWCNU,’’imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PC LPBI NU Kebumen Mukhsinun menyampaikan bahwa tingginya ancaman kebencanaan di kebumen mulai dari gempa, tsunami, longsor, banjir, kebakaran, kekeringan, dan bencana non alam seperti covid-19 cukup tinggi. Untuk itu m,elalui kegiatan tidak hanya di bekali tentang pengetahuan kebencanaan saja namun juga managerial dan skille kebencanaan termasuk praktik penanganan pertolongan pertama, penanggulangan kebakaran, dan pemulasaraan serta pemakaman jenazah.
‘’ Kebutuhan dimasa pandemi hingga proses pemulasaraan jenazah dan pemakaman. Dengan pelatihan ini diharapkan kapasitas organisasi NU semakin menguat hingga tingkat MWCNU/Kecamatan dan terwujudnya ketangguhan masyarakat,’’ungkapnya.
Selain itu pelatihan juga sebagai wujud sinergitas antara PCNU dan MWCNU antara LPBI NU dengan stakeholder terkait. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas relawan LPBI NU agar dapat memenuhi kubutuhan layanan masyarakat.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















