KEBUMEN, Kebumen24.com,- Kabupaten Kebumen sangat berpotensi terjadinya bencana, mulai dari tanah longsor hingga banjir bahkan tsunami. Untuk itu sangat penting adanya identifikasi dini dan sosialiasi kepada masyarakat agar siap dalam menghindari ataupun menanggulanginya.
Sebagai wilayah yang dikenal sebagai laboratorium bencana, program pemerintah sangat berarti untuk mendukung tanggap bencana di Kebumen. Salah satunya, yang saat ini sedang digalakkan adalah Program ” Nandur Wit Nggo Anak Putu” yang merupakan program pencegahan terjadinya bencana.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih saat menghadiri Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan 2021, sub kegiatan pelatihan dan mitigasi bencana ” Identifikasi dan Sosialiasi Daerah Rawan Bencana di Jawa Tengah” di hotel Mexolie Minggu, 18 April 2021. Hadir dalam kegiatan tersebut PLT Kalak BPBD Kebumen Eko Widiyatmoko, Sekretaris Dinas BPBD Kebumen Teguh Kristanto, DPRD Provinsi Komisi A, Kodim Kebumen dan juga Polres Kebumen.
Ditegaskan Wakil Bupati Program Pemerintah saat ini sangat peduli terhadap keberlangsungan lingkungan. Dimana setiap warga masyarakat yang menikah diwajibkan untuk menanam 2 pohon, dan ibu yang melahirkan diwajibkan untuk menanam 1 pohon. Hal ini tentunya bisa untuk memperbaiki hutan hutan yang ada di Kebumen, agar tidak terjadi bencana.
Dengan tanaman yang ditanam diharapkan dapat menopang tanah agar tidak terjadi longsor dan juga bisa sebagai sumber cadangan air di musim kemarau nantinya. Dengan begitu bisa mengembalikan fungsi hutan, yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.
” Mungkin yang kita tanam sekarang tidak bisa langsung kita nikmati, tetapi besok anak cucu kita yang akan menikmatinya,” ucapnya.

Disamping bencana alam, Kebumen saat ini juga sedang menghadapi bencana non alam, yakni adanya covid 19. Meskipun sudah mengalami penurunan, tetapi tetap tidak boleh lengah dalam menghadapinya. Dikarenakan, potensi peningkatan masih bisa terjadi, apalagi menjelang lebaran, yang tentunya kewaspadaan perlu ditingkatkan kembali, karena dikhawatirkan akan banyak terjadinya kerumunan.
Walaupun dari Pemerintah Pusat sudah mengeluarkan peraturan larangan Mudik, tentunya banyak masyarakat yang mencuri kesempatan untuk pulang kampung. Disini, peran Pemerintah Daerah untuk mensosialisasikan agar para pemudik melakukan isolasi mandiri selama 4 hari dirumah.
” Nah diera seperti ini covid 19 masih ada, potensi bencana masih ada tentunya kepedulian sosial kita tetap terus kita galakkan untuk bersama sama dengan masyarakat, mengentaskan kemiskinan juga sehingga tercipta masyarakat Kabupaten Kebumen masyarakat yang sejahtera,” tutupnya.(k24/imam).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















