KEBUMEN, Kebumen24.com – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menggelar Rapat Koordinasi Tim Kewaspadaan Dini bersama Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol). Dalam rapat tersebut, semua pihak diminta agar waspada terhadap segala macam musibah, dan marabahaya, terutama terorisme.
Kegiatan berlangsung di Ruang Jatijajar Kompleks Pendopo Rumah Dinas Bupati Kebumen, Selasa 30 Maret 2021. Turut hadir Turut hadir Sekda Kebumen Ujang Sugiono serta para OPD terkait.
Bupati Arif mengatakan, terorisme bisa terjadi dimana-mana. Seperti halnya teror bom bunuh diri yang terjadi di depan Geraja Katedral, Makassar. Untuk itu, Pihaknya mengingatkan agar lebih waspada dan berhati hati.
“Jangan dikira meski bom saat ini terjadi Makassar, tempat lain aman. Belum tentu, karena teror atau aksi terorisme bisa terjadi dimana-mana. Makanya kita semua yang ada di Kebumen perlu waspada, seluruh forkompinda untuk lebih mengingatkan jajarannya,” ujar Arif.
Disisi lain Bupati juga menyayangkan, dan mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Makassar. Ia berharap Kesbangpol bisa melakuka koordinasi dengan forkompinda untuk melakukan antisipasi dalam rangka mencegah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di Kebumen.
“Kesbangpol harus lebih aktif lagi melakukan koordinasi dengan para Forkompinda, karena Kesbangpol relatif bisa masuk ke semua pihak. Jangan sampai kejadian teror ada di Kebumen, makanya semua perlu waspada,” jelas Arif.
Tidak hanya itu, Arif menyatakan, semua tokoh atau pimpinan agama harus bisa menanamkan rasa persaudaraan dan persatuan. Kerukunan antara umat bergama harus terus diperkuat.
“Saya melihat keberagaman di Kebumen berlangsung dengan baik. Ini yang harus kita jaga,”Tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Arif juga mengingatkan tentang kesiapan dini di berbagai hal. Termasuk kesiapan masyarakat, dan juga pemerintah dari desa, kecamatan, sampai daerah dalam hal kebencanaan. Wilayah ini juga bisa dilakukan oleh Kesbangpol untuk koordinasi dengan camat.
“Perlu ada deteksi dini yang harus dinfokan oleh pemerintah kepada masyarakat, sehingga ketika ada bencana datang, tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan. Deteksi dini dalam hal kebencanaan ini sangat penting,”imbuhnya.
Arif bahkan meminta kepada Kebangpol untuk menguatkan lagi Satgas Covid-19 di tingkat desa dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan. Jangan sampai banyaknya aktivitas masyarakat di bulan Ramadhan justru akan menambah penyebaran virus Corona. Untuk itu, aturan satgas covid-19 dalam mengadapi Ramadhan perlu diperketat.
“Kita tidak melarang aktivitas ibadah di masjid saat Ramadhan. Seperti tarawih atau pengajian bersama. Namun yang perlu diingat protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Jangan sampai diabaikan,” pungkasnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















