KEBUMEN, Kebumen24.com – Adanya Tragedi pengemboman di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Marfet 2021 kemarin, menjadi keprihatinan bagi sejumlah pihak. Tak terkecuali Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kebumen Gus Fachruddin Achmad Nawawi,
Untuk itu, dirinya secara tegas mengecam keras dan mengutuk pelaku. Khusus masyarakat diminta tenang dan jangan mudah terprovokasi, apalagi jelang bulan suci romadhon. Hal itu Ia tegaskan disela sela kesibukanya di Kantor RMI Kebumen, Senin 29 Maret 2021.
Perlu diketahui, tragedi pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, saat itu sedang dilaksanakan kegiatan Misa dan hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut. Aksi pengeboman diduga merupakan bom bunuh diri.
Menurut Gus Fachruddin, apapun alasannya aksi pengeboman tidak bisa dibenarkan. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas. Selain itu, ia juga meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan persoalan itu kepada aparat penegak hukum. Disisi lain Masyarakat diminta pula untuk senantiasa menghormati proses hukum.
“Biarlah aparat penegak hukum melaksanakan tugasnya dengan baik. Masyarakat harus tetap tenang dan konsusif,” katanya.
Gus Fachru mengatakan, saat ini kondusifitas masyarakat menjadi sangat penting. Terlebih kini menjelang Bulan Suci Ramadhan. Sebuah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Pada bulan tersebut Umat Muslim akan senantiasan berlomba-lomba dalam beramal baik.
“Sebentar lagi Ramadhan. Sekarang saja sudah malam pertengan Bulan Syaban atau Nisfu Syaban,” imbuhnya.
Lebih jauh Gus Fachruddin menerangkan keutamaan Bulan Syaban. Dimana Syaban merupakan salah yang mulia di antara Rajab dan Ramadhan. Dari beberapa malam di dalamnya terdapat malam Nisfu Syaban yakni tanggal 15.
“Nisfu Syaban berkaitan erat dengan proses penentuan segala urusan umat manusia. Malam Nisfu Syaban juga berkaitan dengan penutupan catatan amal di tahun tersebut,” ungkapnya.
Adapun beberapa amalan di Malam Nisfu Syaban meliputi membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dan diiringi dengan doa Nisfu Syaban di setiap akhir bacaan surat tersebut. Mengenai tatanya telah dijelaskan secara gamblang dalam kitab Kanzunnajah Was Surur.
“Bacaan Surat Yasin pertama diniati agar diberikan umur panjang. Yang kedua diniati agar terhindar dari mara bahaya. Sedangkan yang ketiga diniati agar tidak memiliki ketergantungan terhadap orang lain,”pungkasnya.(K24/THR).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















