ALIAN, Kebumen24.com – Para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Kebumen kini tengah pusing tujuh keliling. Pasalnya harga bahan baku kedelai tengah naik drastis yang membebani produksi. Untuk mempertahankan usahanya, perajin terpaksa mensiasatinya dengan pengurangan jumlah produksi hingga karyawan.
Salah satu perajin tahu di Desa Krakal Kecamatan Alian Nur Budiman mengatakan kenaikan harga kedelai dirasakannya terjadi sejak 4 bulan terakhir. Sebelum kenaikan, harga kedelai satu kilogramnya Rp 6.800 namun kini harga meroket hingga Rp 9.500. perkilogramnya.
“Untuk perajin tahu seperti saya, kenaikan harga perton kedelai Rp 3,5 hingga Rp 4 juta,” katanya, Minggu 3 Januari 2021.

Budiman mengungkapkan, dalam upaya mempertahankan usahanya berbagai cara dilakukan. Yaitu dengan mengurangi jumlah produksi tahu dimana sebelumnya perhari mampu menghabiskan 2,5 – 3 kwintal kini hanya 1 kwintal. Disisi lain, juga mengurangi jumlah karyawan untuk menekan pengeluaran biaya produksi.
“Sebelumnya karyawan sebanyak 8 orang, dan saat ini hanya 4 orang,” jelasnya.
Problem yang dihadapi perajin tahu kian kompleks karena penjualan pun ikut lesu. Hal tersebut tidak terlepas karena adanya kenaikan harga sebagai akibat bertambahnya ongkos produksi. Dalam keterpurukan seperti sekarang, Budiman mengaku fokus untuk menangani pelanggan semata. Kepada Pemerintah Budiman berharap bisa menekan harga kedelai agar bisa kembali normal atau stabil.
“Fokus mempertahankan pelanggan agar tidak sampai kehilangan pelanggan. Harapannya kepada pemerintah bisa menurunkan atau menstabilkan harga kedelai agar dapat berusaha normal,” imbuhnya.(K24/THR).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















