Pilkada

Jelang Pilkada, Waspada Praktek Money Politik Mengatasnamakan Tim Arif-Rista

1439
×

Jelang Pilkada, Waspada Praktek Money Politik Mengatasnamakan Tim Arif-Rista

Sebarkan artikel ini
k24

KEBUMEN, Kebumen24.com – Menjelang pelaksanaan pilkada Kebumen pada Rabu 9 Desember 2020, masyarakat diminta untuk waspada terhadap praktek Money Politik. Terlebih jika ada yang melakukan muwur atau membagi bagikan uang dengan mengatasnamakan tim atuau pun utusan dari paslon bupati dan wakil bupati Arif Rista.

 

Hal itu ditegaskan secara langsung oleh Ketua Tim Pemanangan Arif-Rista Saiful Hadi pada saat menggelar Jumpa Pers, di Griya Sesarengan Kebumen, Senin 7 Desember 2020. Menurutnya, jelang pelaksanaan pemilkada yang tinggal dua hari lagi tak menutup kemungkinan adanya sekelompok yang secara sengaja menyudutkan pasangan calon tunggal bupati dan wakil bupati Kebumen Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih.

 

Seperti halnya yang ditemukan hari Minggu kemarin. Dimana aslon Arif-Rista dituding melakukan pelanggaran Pilkada, yakni money politik. Untuk itu Saiful Hadi menyatakan secara tegas bahwa tuduhan atau kabar itu tidak benar dan sejauh ini tim Arif-Rista patuh terhadap aturan yang berlaku. Apalagi saat ini tahapan Pilkada sudah memasuki hari tenang, sehingga semua pergerakan kampanye dihentikan.

 

“ Di beberapa wilayah sempat muncul isu tim Arif-Rista akan wuwur atau money politik. Hal ini tentu tidak benar, dan perlu kamis tandaskan bahwaArif-Rista tidak akan melakukan gerakan money politik atau wuwur karena kami percaya itu melanggar UU, dan itu menciderai demokrasi,” ujar Saiful kepada awak media.

 

Lebih lanjut Saiful Hadi yang juga Ketua DPC PDI-P Kebumen itu meyakini dalam kontestasi pilkada ini Paslon Arif Rista akan menang tanpa money politik. Pihaknya memastikan jika ada orang, baik secara sendiri maupun kelompok dan organisasi atau orang-orang bebas muwur dengan membagi uang mengatasnamakan tim Arif-Rista, maka itu tidak benar.

 

“Kami yakin Arif-Rista menang tanpa money politik, jadi tidak ada dari kami yang melakukan muwur atau membagikan uang. Apalagi ada yang mengaku utusan dari Pak Arif dan Ibu Rista itu juga sangat tidak benar,’’imbuhnya.

 

Saiful menambahkan bahwa pernyataan ini sebagai sikap resmi untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang sengaja membuat kegaduhan politik dengan tujuan untuk mendiskualifikasi pasangan Arif-Rista karena dianggap melanggar aturan Pilkada dengan cara money politik.(K24/THR).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.