Bencana Alam

Kabupaten Kebumen, Daerah Laboratorium Bencana yang Kaya Potensi Tambang

1990
×

Kabupaten Kebumen, Daerah Laboratorium Bencana yang Kaya Potensi Tambang

Sebarkan artikel ini
foto istimnewa

KEBUMEN, Kebumen24.com – Kabupaten Kebumen termasuk daerah yang memiliki kerawanan bencana alam beragam. Mulai dari bencana vulkanologi, geologi, banjir hingga tsunami semua berpotensi terjadi di kabupaten berslogan Beriman. Namun disisi lain, Kebumen juga merupakan daerah yang memiliki potensi besar dalam hal tambang.

 

Dampak bencana terbaru yang dirasakan masyarakat Kebumen yakni banjir di puluhan desa dan longsor di sejumlah titik. Seperti halnya di Dukuh Bojong RT 3 RW 1 Kelurahan Panjer Kebumen dimana longsor akibat erosi Sungai Luk Ulo. Empat rumah warga rusak sehingga membuat sedikitnya 14 jiwa harus dievakuasi ke perumahan pegawai RSUD.

 

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kebumen Teguh Kristiyanto menyebut Kabupaten Kebumen dengan istilah laboratorium bencana. Ini didasarkan adanya kerawanan bencana geologi hampir di semua wilayah utara, potensi tsunami hampir 54 kilometer garis pantai, kerawanan banjir di sebagian besar daerah selatan hingga adanya dampak vulkanologi Gunung Merapi.

 

‘’Biasa disebut Laboratorium Bencana karena semua jenis bencana ada di Kebumen termasuk vulkanik,’’katanya, Senin 16 November 2020.

 

Bencana geologi yang menjadi perhatian di Kebumen seperti di Dukuh Bojong Kelurahan Panjer, Desa Grenggeng dan beberapa kecamatan terdampak longsor baru-baru ini. Dalam hal kajian, pihak BPBD menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). LIPI dan PVMBG dilibatkan untuk menganalisis dampak longsor di sejumlah titik belum lama ini termasuk Kelurahan Panjer.

 

‘’LIPI dan PVMBG yang berhak menentukan kawasan layak atau tidak untuk dihuni. Jika aman maka yang terdampak akan diperbaiki, jika tidak aman maka dilakukan relokasi,’’imbuhnya.

 

Sebagai bentuk antisipasi, lanjut Teguh, telah dipasang alat Early Warning System’ (EWS). Seperti pada titik rawan tsunami telah dipasang 17 alat dan EWS longsor sebanyak 7 titik. Disisi lain, desa-desa yang rawan bencana juga dibentuk desa tangguh bencana (destana) sebagai kesiapsiagaan.

 

Sementara itu, Peneliti Utama LIPI Chusni Ansori mengatakan, berdasarkan penelitian lapangan dan laboratorium, di Kebumen terdapat 20 komoditas tambang. Ini berupa mineral logam, batubara, bukan logam dan batuan. Sedangkan mineral bukan magnetik seperti kuarsa, plagioklas, K-felspar dan zirkon kandungannya semakin tinggi ke arah barat.

 

Selain itu terdapat pula bijih besi, potensi emas, Mangan, batubara, ada pula mineral bukan logam seperti Kaolin, Tras Fosfat, Felspar, Asbes dan Talk. Terdapat pula potensi bahan galian industri ini seperti, Batugamping, Tanah liat, Andesit, Diabas, Gabro, Basal, Breksi, Marmer dan Pasir dan batu (sirtu). Pasir dan batu ini dipakai sebagai bahan campuran semen untuk bangunan.(K24/*)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com