KARANGANYAR, Kebumen24.com- Rumah salah satu korban tanah bergerak Rajiman 51 th, warga Desa Grenggeng kini direlokasi di lahan milik warga yang iba dengan nasib yang dialami oleh tetangganya. Rumah bematrial utama kayu tersebut, dibangun kembali secara gotong royong dibantu bersama dengan masyarakat, dengan menggunakan sisa puing puing rumah yang masih bisa terpakai.
Saat ditemui di mushola tempat pengungsian Rajiman Selasa,3 November 2020 mengatakan rasa syukurnya yang mendalam, karena rumah yang pada saat kejadian tanah bergerak dikhawatirkan akan ambruk, kini dipindah di tempat yang lebih aman, dengan menempati lahan milik salah seorang warga. Menurutnya apa yang telah dilakukan warga dan masyarakat untuk membantunya lebih dari cukup.
Diketahu warga masyarakat pemilik tanah untuk membangun kembali rumah korban tanah bergerak berada di perantauan dari tahun 1995, dan dari ahli warisnya diberikan hak guna pakai guna membangun kembali rumah Dari Rajiman, dengan disaksikan oleh pihak desa.
” Alhamdulillah rumahnya udah sampai sini yang aku khawatirkan bener bener ambruk, akhirnya udah sampai sini. Alhamdulillah kami ditempatkan disini, udah perjanjian dengan pemilik dan disaksikan desa yaitu hak guna pakai jadi apabila ada ahli waris yang mau menggunakan tanah ini aku siap pergi sementara menyelamatkan rumah itu Alhamdulillah udah ada tempat walaupun bukan tanah milik sendiri,” ucap Rajiman.
Menurutnya saat kejadian tanah bergerak terjadi jam 12 malam, saat itu hujan lebat dan petir yang terjadi sedari sore, dan pada saat itu mengaku belum tidur, karena sedang mendengarkan wayang kulit dirumahnya. Pada saat kejadian juga gelap gulita akibat kabel listrik terbawa oleh pohon yang terkena longsoran.
Dikatakan Rajiman saat kejadian gerakan tanah tidak terlalu besar, akan tetapi sangat halus sehingga penghuni rumah tidak menyadari, rumahnya telah bergeser terbawa oleh gerakan tanah. Ia baru sadar ketika melihat pondasi rumahnya sudah menganga terbuka lebar dan lebih terkejut lagi saat ia keluar rumah ternyata di depan pintu sudah seperti jurang, Setelah mengetahui kejadian tersebut ia langsung pergi untuk menyelamatkan diri
Sementara itu Sutrino kakak kandung dari Rajiman mengaku kaget dengan apa yang terjadi terhadap rumah yang ditinggali oleh adiknya. Ia juga mengucapkan terima kasih atas apa yang diberikan oleh warga masyarakat untuk membantu adiknya, yang terkena musibah tanah bergerak.
” Pas kejadia saya dikabari sekitar jam 3 pagi bahwa rumahnya di kebumen longsor, Alhamdulillah ade saya nggak apa apa sehat wal Afiat, rumah saya juga nggak apa apa , dan dikasih tempat disini tidak ada sewanya dengan disaksikan Desa,” kata Sutrisno.(K-24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















