PURING, Kebumen24.com – Hujan deras yang terjadi di sebagian wilayah kebumen sejak minggu malam hari menyebabkan air kembali menggenangi ratusan rumah di sejumlah desa di Kebumen Jawa Tengah. Perbaikan tanggul di desa madureja kebumen jawa tengah yang belum selesai tidak mampu menahan debit air. Warga pun berjaga untuk bersiap-siap mengungsi jika kembali terjadi banjir susulan.
Setelah beberapa hari bernafas lega karena banjir sudah surut dan tidak terjadi banjir di daerah mereka, warga Desa Madureja Kecamatan Puring Kebumen Jawa Tengah hari senin kembali cemas. Hujan yang turun sejak minggu malam mengakibatkan debit sejumlah sungai di daerah tersebut meningkat. Sementara itu perbaikan tanggul jebol di Desa Madureja sepanjang 25 meter belum selesai. Akibatnya saat turun hujan deras dan debit air di sejumlah sungai meningkat, air menerobos tanggul sungai yang belum selesai diperbaiki dan menggenangi pemukiman penduduk.
Ahmad Tumirin (45) salah satu warga mengaku air mulai naik sekitar jam 6 pagi. Warga yang cemas pun menunggu perkembangan ketinggian air yang merendam perkampungan mereka. Mereka bersiap untuk mengungsi jika terjadi banjir susulan seperti jumat lalu. Saat itu air tiba-tiba naik karena tanggul jebol sehingga mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah hingga ketinggian 1 meter.
“Semalem hujan cukup deras, jadi air di sungai kembali tinggi dan meluap melewati tnaggul yang sedang diperbaiki, sekitar jam 6 pagi itu air sudah masuk ke permukiman warga”, kata Tumirin, Senin 02 November 2020.

Hingga senin siang ketinggian air di pemukiman penduduk mencapai 10 hingga 20 centimeter. Namun beberapa jam kemudian air mulai surut sehingga warga kembali tenang.
Salah satu petugas BPBD Kebumen, Kirman mengaku perbaikan tanggul jebol telah dilakukan mulai tanggal 27 Oktober lalu, dan sampai saat mencapai tahap 35 persen namun tertahan karena air kembali naik sehinga pekerjaan tertahan. Selain itu pengerjaan perbaikan tangul juga terkendala material tanah karena lokasi untuk pengambilan tanah yang berada di daerah terdekat sulit dilewati kendaraan.
“Pasca jebolnya tanggul di sungai telomoyo ini kami bersama warga sudah melakukan upaya perbaikan dan sampai saat ini sudah mencapai 35 persen. Kami masih terkendala untuk material tanah dan akses yang cukup sulit”, ungkapnya.
Kirman mengaku pemerintah sudah mengupayakan berbagai upaya untuk memeprcepat perbaikan tanggul. Selain sempat mengerahkan dua alat berat, sejumlah bronjong dan karung juga sudah dipasok untuk perbaikan tanggul ini. Warga pun diimbau untuk tetap waspada ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan segera melakukan evakuasi secara mandiri ke titik evakuasi yang telah di tentukan ketika kembali terjadi banjir.
“Karena kondisi masih seperti ini, kami minta warga untuk selalu waspada ketika turun hujan lebat, jika terjadi banjir kami akan umumkan melalu toa masjid agar warga segera mengevakuasi diri secara mandiri”, imbuhnya.(K24/ARTA).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















