Bencana AlamKesehatanLingkungan Hidup

Pasca Banjir, Ratusan Santri di Kebumen Keluhkan Sakit Diare dan Gatal gatal

1556
×

Pasca Banjir, Ratusan Santri di Kebumen Keluhkan Sakit Diare dan Gatal gatal

Sebarkan artikel ini
Foto kegiatan pemeriksaan kesehatan santri

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 127 Santriwan dan Santriwati Pondok Pesantren Al Kahfi Desa Sumberadi Kecamatan Kebumen menjalani test kesehatan yang diselenggarakan Rabithah Maahid al Islamiyyah (RMI) NU Kebumen Lembaga Kesehatan NU Kebumen. Kegiatan dimaksud menyusul adanya santri yang mengeluhkan sakit demam, gangguan mata, flu, gatal-gatal dan diare pasca Banjir yang terjadinya pada beberap hari waktu lalu.

 

Dalam kegiatan yang dilaksanakan Jumat 30 Oktober 2020 itu, satu pesatu santri di pemeriksa kesehatan mereka. Selain itu para santri juga diberikan obat dan Vitamin. Pemeriksaan berlangsung dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

 

Dijelaskan Ketua RMI NU Kebumen Gus Fahrudin Ahmad Nawawi, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya santri yang sakit agar tidak semakin parah. Rencana pemeriksaan juga akan dilakukan di pondok pesantren lain yang terdampak banjir. Untuk itu, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan ponpes lain bilamana terdapat santri yang mengeluh sakit.

 

“Dari peristiwa banjir kemarin, sedikitnya ada 4 Pesantren yang terdampak. Namun yang terparah memang Al Kahfi,” jelasnya.

 

FOTO KEGIATAN PEMERIKSAAN SANTRI ALKAHFI KEBUMEN

Lebih lanjur Pihkanya berpesan kepada para santri, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan cara 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan di air yang mengalir serta menjaga jarak. Selain itu dirinya juga berharap agar para santri selalu menjaga kesehatan diri dengan rajin berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan pondok.

 

‘’Setelah terdampak banjir, tentunya kondisi lingkungan pesantren masih belum tertata dan bisa dikatakan kotor. Untuk itu santri diharapkan bisa bersama sama membersihkan lingkungan pondok agar bersih dan sejuk,’’imbuh Gus Fachru.

 

Sementara itu, Ketua LKNU Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, keluhan santri pasca banjir rata rata paling banyak adalah sakit gatal-gatal. Menurutnya hal ini disebabkan karna kurangnya kebersihan air yang digunakan santri pasca terjadinya banjir. Belum lagi pakean atau handuk yang digunakan masih keadaan lembab yang tentu sangat berpotensi menyebabkan penyakit. Untuk itu Dirinya berpesan agar santri selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan pondok.

 

‘’ Pasca banjir pastinya air yang digunakan santri belum begitu bersih. Belum lagi jarang ada panas maka pakean yang digunakan jugas pastinya masih lembab. Untuk itu yang paling penting adalah kebersihan air, alat mandi yang dipakai harus sendiri sendiri,” ungkap Tri Tunggal yang juga Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kebumen.

 

Salah satu santri Quraatua’yun Yonmara Maulidya (12) asal Banyumas mengaku setelah adanya banjir, dirinya merasakan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh terutama tangan dan kaki.

 

‘’ Pasca banjir saya merasakan gatal gatal, terutama di kaki,’’ucapnya. K24/THR).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.