MIRIT, Kebumen24.com – Sebanyak 84.019 ( delapan puluh empat ribu sembilas belas ) Warga penerima bantuan sosial di Kebumen datanya Invalid dan harus hilangkan atau dilakukan verval ulang. Data tersebut merupakan hasil temuan yang telah disingkronisasikan dengan data Disdukcapil Kebumen.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kebumen H, Arif Sugiyanto saat menghadiri acara Peringatan Sedekah Bumi yang digelar di rumah Kepala Desa Sitibentar, Kecamatan Mirit Kebumen Sabtu 12 September 2020. Turut hadir pada kesempatan itu Kepala Diskominfo Kebumen Cokro Aminoto dan Forkopimcam serta permerintah desa setempat.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati menyampaikan bahwa temuan data yang invalid tersebut merupakan hasil pendataan 2015 lalu. Dimana, dari DTKS yang ada tercatat sebanyak 638.000 masyarakat Kabupaten Kebumen yang dikategorikan miskin. Dari data tersebut ada sekitar 160.000 atau sekitar24,67% data yang harus dilakukan verval ulang. Meski begitu, pembetulan data tersebut tetap akan dilakukan secara menyeluruh agar nantinya tidak ada temuan data yang salah.
“Kita telah melakukan koordinasi dengan kominfo dan sinkronisasi dengan Disdukcapil, dan selurunya akan kita cek seberapa banyak warga yang miskin ataupun terkena dampak covid-9 agar nanti dapat dimasukkan dalam data DTKS,”jelasnya.

Wakil Bupati berharap, di tahun 2021 seluruh data DTKS di Kabupaten Kebumen bisa sesuai dengan kondisi dilapangan. Terlebih Pemerintah Kabupaten Kebumen kini tengah menyalurkan dana bantuan sebesar 13, 5 Miliar untuk warga yang terdampak Covid 19. Adapun bantuan telah mulai dicairkan pada awal bulan September ini.
Adapun merdi bumir dimeriahkan dengan Pagelaran Wayang Kulit yang dimainkan oleh Ki Dalang Sunarpo dari Purworejo. Kegiatan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.(k24/thr).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















