Lingkungan HidupSOSIAL

Nenek Berusia 90 Tahun di Plumbon Hidup di Rumah Reot

3047
×

Nenek Berusia 90 Tahun di Plumbon Hidup di Rumah Reot

Sebarkan artikel ini
FOTO LIPAH

KARANGSAMBUNG, Kebumen24.com – Kesenjangan sosial dan kehidupan rakyat miskin yang berhak mendapatkan kesejahteraan dan hunian layak di Negeri ini sepertinya masih perlu diperhatikan. Seperti halnya yangdilami mbah Lipah Warga Dukuh Era Gombong RT03 RW 08 Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung Kabupaten Kebumen. Nenek berusia 90 tahun ini tinggal di rumah yang masih jauh dari kata layak huni.

 

Dirumahnya yang seratus persen berbahan baku kayu dan bambu ini,Mbah Lipah bertahan hidup sendiri dan perlu adanya sentuhan bantuan dari dari pemerintah.

 

Saat masuk ke dalam rumah, kondisinya terlihat memprihatinkan. Rumah berukuran sekitar 6×6 meter ini masih berlantai tanah. Tak terlihat meja dan kursi, hanya ada sebuah dipan dari bambu tanpa kasur yang digunakan untuk beristirahat. Belum lagi listrik, dirinya hanya menyalur satu lampu dari tetangga.

 

Beralih ke dapur yang digunakan Mbah Lipah untuk memasak, dinding bamboo dan atap genteng yang kadang kala bocor ketika hujan turun. Tak ada kompor gas, hanya terlihat sebuah tungku kecil dan ranting pohon sebagai bahan bakar untuk memasak. Bahkan untuk keperluan MCK (mandi cuci dan kakus)/ ia harus menumpang dirumah tetangga.

 

Foto keadaan rumah mbah lipah

Atap dan dinding rumah yang terbuat dari kayu dan bambu sudah mulai kropos dan hanya dibiarkan tanpa diperbaiki karena ketiadaan biaya. Belum lagi lantai rumah yang masih tanah sering becek ketika bocor saat hujan turun.

 

Diusianya yang telah senja, seakan akan tidak menjadi soal bagi seorang Nenek Lipah untuk tetap bekerja dan berusaha. Ditengah keterbatasan usia ia masih tetap lincah mengolah ladang dan bekerja serabutan.

 

Selain hanya bisa pasrah dan bersyukur, dirinya juga berharap jika ada uluran tangan pemerintah ataupun dermawan yang dapat memperbaikai tempat tinggalnya itu.

 

” Anane kaya kie ya tak terima, nyong ya wis betah ng kene dewekan. Wong anak anaku wis pada misah dewek dewek, sing penting asih bisa waras selamet (Adanya kaya gini ya saya terima dan Saya betah disini. anak anak juga sudah pada sendiri sendiri tapi pada jadi orang tidak punya, yang penting sehat dan ikhlas, buat bekal hidup),” ucap Mbah Lipah, Minggu 6 September 2020 saat ditemui di rumahnya.

 

FOTO MBAH LIPAH

Sementara itu menurut Ketua RT 3 Setempat Sutoyo mengatakan kondisi rumah nenek Lipah memang dari dulu belum pernah diiperbaiki. Sejak lama Nenek Lipah hidup sendiri karna suaminya sudah lama meninggal. Selain itu anak anaknya juga banyak yang diperantauan dan perekonomianya juga tidak beruntung.

 

‘’Ya memang mbah Lipah hidup sendiri sejak lama dan belum ada bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumahnya. untuk itu kami berharap bisa ada bantuan untuk perbaikan rumahnya, karna kasihan rumahnya belum pernah di perbaiki,’’.(K-24/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com