KEBUMEN, Kebumen24.com – Seluruh sekolah di Kebumen akan disemprot disinfektan sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021. Penyemprotan ini untuk memutus mata rantai Covid-19 di lingkungan sekolah
“Kita semprot disinfektan sebelum tanggal 13 Juli di semua SMA dan SMK,” kata Bupati KH Yazid Mahfudz, usai menerima audiensi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Kabupaten Kebumen di Rumah Dinasnya, Selasa, 7 Juli 2020.
Pemkab Kebumen juga akan memberikan bantuan berupa masker dan thermogun ke sejumlah sekolah. “Nanti bisa dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Meski belum dilakukan pembelajaran tatap muka secara penuh, Bupati meminta kegiatan belajar mengajar di sekolah menerapkan protokol kesehatan. Yakni mematuhi Perbup Kebumen nomor 29 tahun 2020 tentang pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Kebumen.
Diantaranya, menjaga jarak aman (1-2 meter), ketika berkomunikasi dengan orang lain. Kemudiank, mengenakan masker hingga sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. “Tim pendisiplinan akan mengawasi di lapangan,” tegasnya.
Ketua MKKS SMA Kebumen, Rachmat Priyono, kegiatan belajar mengajar tahun ajaran 2020/2021 SMA dan SMK akan dimulai pada 13 Juli 2020. Namun, karena status Kebumen masih berada di zona kuning Covid-19, tidak diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
“Sesuai aturan, sebelum kami memulai tahun ajaran baru, kami harus meminta izin kepada Bupati sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” terang Rachmat Priyono.

Menurutnya, selain harus ada izin dari Bupati, bagi peserta didik yang mengikuti pembelajaran tatap muka wajib ada izin dari orangtua. “Kalau orangtuanya tidak menyetujui, walaupun Pak Bupati mengizinkan tetap itu tidak boleh terlaksana,” ujarnya.
Rachmat membeberkan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru mendatang 50 persen secara tatap muka dan 50 persen belajar jarak jauh. Kegiatan tatap muka sendiri belum akan dilakukan pada Minggu pertama tahun ajaran baru, yaitu 13-17 Juli 2020.
“Yang akan jelas dilaksanakan antara 13-17 Juli, kegiatan pengenalan sekolah (MPLS) pada siswa baru kelas 10,” bebernya.
Itupun, lanjut Rachmat, tidak seluruh siswa kelas 10 hadir di sekolah. Dalam satu hari, peserta didik baru yang datang maksimal 72 anak. Mereka akan dibagi ke dalam beberapa kelompok dengan jumlah maksimal 9 siswa per kelompok.
“Siswa baru ini dalam satu minggu hanya sekali mengikuti MPLS,” kata Kepala SMA Negeri 1 Kebumen ini.
Ia menambahkan, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.. Masing-masing sekolah telah menyiapkan sarana prasarananya, mulai dari westafel hingga handsanitizer.
“Semua siswa wajib pakai masker, termasuk faceshield dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh saat akan masuk ke sekolah,” tandasnya.
Turut hadir pada audiensi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Moh Amirudin, dan Ketua MKKS SMK Kabupaten Kebumen.(k24/hms)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















