Ekonomi

Tembus Pasar Asia, Oyek Siti Terkendala Alat Produksi

3020
×

Tembus Pasar Asia, Oyek Siti Terkendala Alat Produksi

Sebarkan artikel ini
FOTO PROSES PENGEMASAN OYEKE SITI

KARANGGAYAM, Kebumen24.com – Bagi sebagian masyarakat khususnya Kebumen, pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan berbahan singkong, yaitu oyek. Meski  sering di sebut makanan ndeso, ternyata makanan pengganti beras dengan Brand ‘’Oyeke Siti’’ ini sudah terkenal di seluruh Indonesia bahkan hingga Asia. Kendati begitu sangat disayangkan, proses produksinya harus terkendala dengan peralatan yang belum memadai.

 

Produk hasil M. Rosyidin dan istrinya Siti, Warga Desa Kalibening, Dukuh Domas RT 005 RW 002, Kecamatan Karangayam, Kebumen ini masih diproduksi dengan peralatan tradisional atau seadanya. Mulai dari penggilangan bahan baku singkong, hingga proses penjemuran. Hal ini tentu sangat menghambat proses pemasaran, padahal permintaan pasar kini kian hari terus meningkat.

 

‘’ Sebenarnya permintaan pasar cukup tinggi, kami sering kewalahan. Harusnya ada alat pengering untuk mempercapat proses pembuatan oyek. Jadi tidak perlu menjemur lagi,’’ujar Pria yang akrab di sapa Mas Rosy, saat ditemui di rumahnya, Selasa 23 Juni 2020.

 

FOTO PROSES PRODUKSI OYEKE SITI

Dijelaskan Rosy, mesin pengering merupakan alat untuk mempercapat proses pembuatan oyek karna tidak perlu melakukan penjemuran lagi. Adapun untuk harga alat tersebut berkisar 50 Juta rupiah.

 

‘’ Sebenarnya kita telah berupaya agar bisa membelinya, namun karna harganya yang tidak murah, sampai sekarang belum juga terbeli,’’imbuhnya.

 

Lebih jauh Rosy mengatakan, meski diproduksi dengan cara cara yang masih tradisional, namun dirinya selalu menjaga mutu kualitas produk maupun kehigenisannya dan tanpa menggunakan bahan pengawet.

 

Selain itu, guna memudahkan para konsumen dalam memasaknya, setiap bungkus kemasan Oyeke Siti, sudah ada petunjuk lengkap, mulai dari cara memasukan bahan kedalam wadah/baskom, hingga nasi singkong siap disajikan.

 

Adapun untuk harga perbungkus OYEK’E SITI sendiri terbilang cukup terejangkau, yatu dengan harga Rp 18000,- dengan berat isi 500 Gram. Sedangkan mengenai omzet, hingga saat ini ia mampu  memproduksi rata rata 25 sampai 30 Kg dalam perhari dengan dibantu lima orang karyawan yang di ambil dari warga sekitar.

 

‘’ Alhamdulilah Omzet sudah cukup lumayan, dan sistim pemasaran kita gunakan media sosial seperti website, facebook, instragm dan twitter. Selain itu, pemasaran juga dilakukan dengan menggandeng paguyuban seperti Mbangun Paseduluran Kebumen,’’terang Rosy.

 

FOTO PROSES PENJEMURAN OYEKE SITI

Rosy berharap, makanan yang dibilang ndeso itu, bisa terus dikenal luas, baik Nasional maupun Internasional. Untuk itu dirinya juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten agar bisa selalu mensuport makanan asli kas Kebumen. Salah satunya OYEK’E SITI.

 

 “ Semoga kedepan bisa selalu bersinergi untuk mengembangkan produk produk asli Kebumen agar lebih maju dan dikenal oleh masyarakat dan dunia Internasional,”pungkasnya.

 

FOTO KEPALA DESA KALI BENING BERSAMA ROSY

Sementara itu, Kepala Desa Kalibening Usman Maulana mengatakan sangat bangga dengan keberhasilan usaha yang dilakukan warganya tersebut. Menurutnya, dengan usaha oyeke siti ini sudah turut berperan membantu pemerintah dalam mengurangi kemiskinan. Hal itu dibuktikan dengan diberdayakanya beberapa warga sekitar untuk membantu proses pembuatan Produk Oyeke Siti.

 

‘’ Kami atas nama Pemerintah Desa sangat Bangga dan berharap kedepan bisa menjadi contoh warga yang lain agar bisa lebih giat melatih kemandirian dalam berwira usaha, sehingga ekonomi bisa berkembang dan sejahtera, ’’ujarnya.

 

Terkait kendala usaha yang tengah dihadapi warganya itu, sejauh ini Usman telah berupaya meminta pemkab agar bisa membantunya. Namun, karna adanya pandemi corona, hingga kini pemkab belum meninjau kembali.

 

‘’Dulu dari pemerintah Kabupaten Kebumen sudah pernah datang meninjau langsung proses pembuatan oyeke siti dan menenyakan apa saja kendalanya. Namun seriring adanya corona sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Semoga kedepan pemkab bisa membantu,’ucap Kades.(K24/THR)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.