KEBUMEN, Kebumen24.com- Menghadapi kelaziman menjalani pola hidup baru atau new normal atas kepungan pandemi Covid-19, Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Kebumen menegaskan siap beraktifitas melakukan kegiatan usaha.
Wakil Ketua PHRI Kabupaten Kebumen Johan Cahyadi menyampaikan, pihaknya telah menekankan beberapa hal kepada hotel dan restoran yang berada di wilayah Kebumen dalam menyambut era new normal.
“Terpenting dari kami agar rekan-rekan tetap memperhatikan SOP, tentunya yang utama tidak mengesampingkan protokol kesehatan termasuk penerapan physical distancing,” terangnya, Senin, 8 Juni 2020.
Disebutkan, beberapa standar yang wajib diperhatikan kepada hotel dan restoran yakni mewajibkan kepada tamu untuk mengenakan masker. Bagi hotel, tegas dia, agar memastikan ketersediaan peralatan pendukung guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
“Di front office ada sekat pembatas. Kemudian setiap kamar setelah di gunakan langsung dibersihkan menggunakan disinfektan dan alat khusus UVC-C untuk virus harus sedia itu,” ujar Johan yang juga Owner Permata Hotel Gombong.
Mengenai kesiapan, bulan ini pihaknya memastikan hotel dan restoran telah siap menerima tamu dan berkomitmen untuk tetap memperhatikan kaidah-kaidah yang ditentukan menyambut era new normal.
“Kami Juni siap dibuka dan mau tidak mau harus memperhatikan itu,” tandasnya.
Ia memberikan contoh, ada beberapa hal baru yang dapat diterapkan pada era new normal, seperti mengarahkan para tamu untuk melakukan check in melalui online serta melakukan transaksi tidak menggunakan uang tunai.
“Sebisa mungkin nantinya tamu bisa memanfaatkan check in online. Pembayaran pun kita sarankan tidak pakai uang cash,” imbuh dia.
Terpisah, Owner Meotel Kebumen Sugeng Budiawan menyampaikan, pihaknya jauh hari telah memberikan perlakuan khusus dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap konsumen.
“Begitu ada tamu langsung disambut thermogun, kalau diatas 37 sudah warning. Kita suruh istirahat dulu, barangkali kena panas matahari, yang penting pakai masker jaga jarak dan kita cerewet untuk meminta cuci tangan,” ucapnya.
Sugeng menjelaskan, kunci bagi pelaku usaha hotel agar tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi saat ini adalah mampu beradaptasi pada perubahan. Penyesuaian diri yang dilakukan pun tetap mempertimbangkan skala prioritas bagi karyawan dan mitra dengan memastikan setiap karyawan tidak kehilangan pekerjaannya serta terus mendukung bisnis mitra agar tetap berjalan di tengah situasi sulit ini.
“Meotel Kebumen belum ada pemutusan kerja, meskipun kita ikut terdampak juga bagaimana caranya tidak merumahkan karyawan,” kata Sugeng.
Samentara itu, Manager Radio Kopi Gombong, Nanda Prihantino menuturkan, sejauh ini pihaknya memberlakukan pembatasan waktu operasional dan pembatasan pengunjung dalam menekan penyebaran Covid-19. Namun begitu, pihaknya akan melakukan evaluasi seiring penerapan era new normal.
“Sebelumnya kita open dari jam 08.00-24.00, dengan adanya pandemi dari kita pangkas mulai jam 12.00-22.00. Keluar masuk konsumen juga kita batasi maksimal 80 orang. Kedepan era new normal ini pastinya ada evaluasi,” jelas Nanda. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















