KEBUMEN, Kebumen24.com- Salah satu program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa program sembako di Kabupaten Kebumen belum seluruhnya terserap secara optimal. Jika di nominalkan, bantuan yang sebelumnya masyarakat mengenal sebagai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini ditaksir mencapai Rp 1,7 miliar.
Pimpinan BNI Kantor Cabang (KC) Kebumen melalui Bidang Pemasaran, Gunadi menyampaikan, BNI sebagai mitra perbankan pemerintah berkenaan penyaluran dana program sembako telah merekap data penyaluran terakhir pada Mei 2020 terdapat 8.988 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak melakukan transaksi.
“Itu jumlah yang kita terima saat terakhir penyaluran posisi Mei ini, tinggal dikalikan saja dengan besaran bantuan setiap KPM,” paparnya, Jumat, 29 Mei 2020.
Secara rinci, ia menyebutkan prosentase keterserapan anggaran bantuan program sembako pada periode tersebut sebesar 92%, dari jumlah keseluruhan yang ditangani oleh pihaknya sebanyak 123.463 KPM.
“Sebanyak 114.475 sudah menerima manfaat program sembako ini, namun masih ada kekurangan sekitar 8%,” sebutnya.
Tidak hanya program sembako, BNI sebagai salah satu Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga dipercaya mendistribusikan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH). Sama halnya dengan program sembako, PKH juga didapati belum tersalurkan semua pada periode Januari hingga Maret.
“Total yang PKH Rp 45 miliar selama 3 bulan terakhir. Di Kebumen kami mengelola ada 60.306 KPM PKH dengan penyerapan 99,6% atau yang tidak bertransaksi 213 KPM,” imbuhnya.
Berdasar kasuistik yang terjadi di lapangan, ia tidak dapat menjelaskan detail permasalahan bervariatif yang dihadapi para KPM. Sebab BNI sifatnya hanya selaku juru bayar yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kemensos. Meski begitu, kata, Gunadi, sebanyak 406 agen BNI 46 sebagai agen penyalur di seluruh Kebumen tetap mengedepankan pelayanan terbaik bagi KPM terlebih di tengah menghadapi Covid-19.
“Secara sistem kita tidak ada kendala, kalau ada kendala lain yang tahu Dinsos atau misalnya dalam rangka pengurangan kita tidak tahu karena kita sebagai partner banking,” ujarnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa BNI menjadi salah satu bank pertama yang menyatakan siap menjadi digital banking partner untuk program yang terkait dengan subsidi ataupun bantuan sosial pemerintah, termasuk bansos PKH dan BPNT. BNI juga memperkenalkan kemudahan menggunakan teknologi perbankan untuk menajamkan penyaluran bansos PKH agar bisa dilakukan secara non tunai serta memenuhi prinsip 6T seperti yang diharapkan pemerintah, yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat administrasi.
“Kami punya kartu combo atau KKS dengan fungsi saving dan wallet sehingga bansos benar sampainkepada KPM,” ucap dia.
Kepada Kebumen24, Koordinator Pendamping BPNT Kabupaten Kebumen, Nasukha menjelaskan terdapat beberapa faktor penyebab keterserapan bansos program sembako belum optimal. Seperti saldo dalam rekening milik KPM masih kosong, KKS hilang, KKS rusak, Pin terblorkir dan transaksi gagal.
“Bantuan yang dalam transaksinya menggunakan sistem elektronik, tetapi masih terkendala saldo rekening kosong, PIN terblok dan lainnya. Tapi kita tetap dampingi bersama TKSK yang ada di Kecamatan,” katanya. (K24/Hfd)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















