EkonomiSOSIAL

Tidak Berharap Bantuan Dari Pemerintah, Santri ini Pilih Berjualan Es Dibulan Ramadhan

1728
×

Tidak Berharap Bantuan Dari Pemerintah, Santri ini Pilih Berjualan Es Dibulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Santri Fajim Sedang Melayani Pmebeli ES

ALIAN, Kebumen24.com – Banyak cara yang bisa dilakukan agar bisa tetap bertahan hidup ditengah maraknya wabah virus corona seperti sekarang ini. Seperti halnya yang dilakukan santri Pondok Pesantren Alhasani Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, para santri ini memilih berjualan Es di Pinggir Jalan Kampung, tanpa harus bergantung dengan bantuan dari pemerintah.

 

Santri yang di maksud bukanlah santri pada umumnya, melainkan santri yang notabene nya berlatar belakang anak jalanan atau preman yang telah insyaf. Setiap sore atau menjelang berbuka puasa, mereka santri yang tergabung dalam Forum Anak Jalanan Insyaf, Mengaji (FAJIM) selalu membuka dagangan Es nya melalyani para pembeli. Mereka tanpak begitu bersemangat meskipun hasil yang didapat belum seberapa.

 

Salah satu santri Mohamad Zainal Arifin di sela sela tengah melayani pembeli mengatakan, dalam setiap harinya, es buahnya tersebut bisa laku terjual 50 sampai 60 bungkus dengan omset sekitar 300 ribu rupiah.

 

“ Alhmdulillah rata rata penjualan bisa mencapai 50- 60 bungkus walupun hasilnya tidak seberapa tapi bisa mencukupi,” kata santri yang akrab disapa Mas Boy itu, Sabtu 9 Mei 2020.

 

FOTO SANTRI FAJIM SEDANG MELAYANI PEMBELI

Menurutnya, dengan adanya wabah covid 19 ini, bukan berarti pemuda harus berpangku tangan dan hanya mendalakan bantuan dari orang lain. Selain itu, maraknya corona itu juga jangan sampai menyurutkan semangat para santrri untuk tetap istiqomah belajar menimba ilmu agama di pondok pesantren.

 

“Disaat kondisi sulit seperti sekarang ini, kita tetap tidak mau hanya berpangku tangan atau membebani orang lain apa lagi orang tua. Meski hasil berjualan es tidak seberap, paling tidak kita sudah bisa berupaya untuk mandiri dan alhamdulilah hasilnya juga bisa buat kebutuhan sehari hari selama di pondok,’’imbuhnya.

 

Kepada para santri dirinya mengajak agar tetap memiliki jiwa yang kuat pantang menyerah. membawa kemajuan bangsa dan Negara. Untuk itu para santri juga harus kreatif, inovatif dan terus berusaha agar bisa bermamfaat kelak saat kembali dari pondok turun kemasyarakat.

 

 “Santri harus memliki jiwa yang kuat, jangan mudah menyerah, mandiri dan inovatif serta kreatif. Sehingga kelak bisa bermamfaat bagi diri dan orang lain ketika kembali ke masyarakat,’’pungkasnya.

 

FOTO SANTRI FAJIM SEDANG MELAYANI PEMBELI

Sementara itu, menurut Fitri salah satu pelanggan Es Mas boy mengatakan salut dengan usaha yang dilakukan para santri ditengah maraknya pandemi corona seperti saat sekarang ini. Meski hanya berjulan es, namun santri sudah bisa menunjukan bahwa mereka bisa mandiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain.

 

‘’Saya salut dengan usaha mereka, dan semoga ini bisa memotivasi generasi muda lainya agar tidak hanya berpangku tangan ditengah marakanya virus corona ini,’’katanya.(K24/Imam)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.