21 Tahun Tergeletak di Pembaringan, Penderita Sakit Hedrosefalus di Karanganyar Butuh Bantuan Pengobatan
Sebarkan artikel ini
Foto Martin Penderita Hidrosefalus di Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar Kebumen
KEBUMEN, Kebumen24.com – Ada yang menarik dan patut mendapat perhatian bersama saat Kesbangpol Kebumen dan Duta Pelajar Anti Narkoba memberikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi corona. Yakni Martin (21), seorang warga RT RT04 RW 02 Kelurahan Jatiluhur Kecamatan Karanganyar Kebumen, yang menderita sakit Hedrosefalus atau pembengkakan pada kepala sejak lahir.
Sejak lahir hingga sekarang hanya tergeletak di pembaringan dan belum pernah ada penanganan dari Pemerintah. Setiap harinya, bocah malang tersebut hanya tinggal bersama neneknya, Rasinah (65), dan ayahnya, Suprioyono di rumah berukuran sekitar 4×6 meter. Sedangkan ibunya, Aminah sudah lama tinggal di Kabupaten Purworejo.
Dijelaskan Rasinah, Martin adalah putra dari pasangan Aminah dan Suprioyono yang telah lama berpisah. Sedangkan ibunya, Aminah kini tinggal di Purworejo dan ayahnya hanya bekerja sebagai buruh tani. Sejak lahir hingga sekarang Martin hanya berbaring di tempat tidur dan belum pernah mendapatkan penanganan medis lantaran keterbatasan biaya. Untuk itu dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah agar cucunya itu bisa dilakukan pengobatan.
Foto Penyerahan bantuan kepada nenek Martin
‘’Sudah 21 tahun cucu saya hanya di pembaringan dan belum pernah sama sekali dilakukan pengobatan lantaran kami nggk ada biaya. Kami berharap pemerintah bisa mengupayakanya untuk kesembuhan cucu saya ini,” harap Rasinah, Sabtu (9/5/2020).
Terkait bantuan yang diberikan Kesbangpol Kebumen dan Duta Anti Narkoba itu, Dirinya mengucapkan terimakasih dan berharap bisa meringankan beban hidupnya ditengah maraknya virus corona ini.
“Saya berterimakasih sekali dengan bantuan ini. Semoga ini bisa menambah untuk mencukupi keperluan hidup kami di situsi sulit sekarang ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Budi Harjono, Kasi Ketahanan Bangsa Kesbangpol Kebumen mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak pandemi corona, khususnya para kaum difabel.
Adapun jumlah bantuan yang disalurkan, sedikitnya ada 18 Paket sembako yang berisikan beras, sembako, pakean dan sejumlah uang. Bantuan dibagikan di 5 Kecamatan. yaitu Kecamatan Karanganyar, Klirong, Buluspesantren, Gombong dan Sempor.
“Kegiatan hari ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kaum difabel. Tentunya mereka sangat membutuhkanya disaat sulit sekarang ini. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya.
Foto bersama didepan mbah Rasinah
Pada kesempatan itu, Anas Febriyansyah, selaku Duta Pelajar Anti Narkoba Kebumen berharap, dengan kegiatan ini bisa merangsang generasi muda lainya untuk lebih peduli terhadap penanganan covid-19 di Kabupaten Kebumen. Setidaknya dengan mematuhi anjuran pemerintah agar senantiasa menjaga Sosial Distancing dan Physical Distancing.
‘’Kami prihatin dengan para warga yang terdampak Corona. Dengan kegiatan ini setidaknya kami sudah bisa turut andil berbgai kepedulian terhadap mereka, dan semoga bisa memotivasi generasi muda lainya,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan Citra Azkia Ramadhani yang juga dari Duta Pelajar Anti Narkoba. Menurutnya dengan aksi berbagi kepedulian ini, bisa menambah rasa syukur karna ternyata masih banyak masyarakat yang nasibnya jauh lebih memprihatinkan dibandingkan dirinya. Terlebih melihat kondisi Martin yang tidak berdaya hanya tergeletak di pembaringan. Menurutnya, ini butuh kepedulian bersama terutama dalam hal ini pemerintah.
“Semoga secepatnya ada perhatian dari pemerintah untuk penanganan pengobatan martin,” ujarnya.(K24/THR)