![]() |
| Fhoto Ilustrasi |
KEBUMEN, Kebumen24.com – Maraknya sekolah yang melarang siswa membawa Handpone di sekolah sudah tidak Jaman nya lagi atau kampungan. Seharusya, justru sekolah atau Madrasah bisa meng edukasi, bagaimana penggunanaan Hp atau Android, bisa menjadi sebuah media pembelajaran untuk membantu kegiatan belajar di sekolah.
“ Dengan Wifi anak diharapkan akan mengalami perubahan ke disruptin lerning atau virtual reality learning atau virtual augmented. Prinsipnya Guru harus beralih bagaimana melakukan pembelajaran Akseleratif dan Aksebilitas dan tiada lain harus berbasis Think Of Internet,” ujarnya.
![]() |
| Rektor IAINU Kebumen Dr. Imam Satibi |
Lebih jauh Imam Satibi juga menyesalkan, banyaknya sekolah atau madrasah yang membuat aturan berlebihan, justru hanya akan menyandera anak dalam kejumudan dan kepatuhan semu. Ketakutan menghadapi perkembangan zaman hanya akan berdampak pada keterkungan dan kepasifan anak keluar dari zona nyaman.
“ Dalam era saat ini justru dituntut anak harus bisa berinovatif, sehingga Aksesbilitas informasi dan pengetahuan merupakan keniscayaan,” tuturnya.
“Sekolah ini lah yang kedepan akan dicari pelanggan Neo Millenial. Agar mendongkrak mutu sekolah harus dimulai dalam membangun Brand bahwa sekolah yang dikelola adalah Marketable,” imbuh Satibi. (K24/IMAM)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















