Lingkungan HidupSOSIAL

Sedulur Kebumen Akan Segera Perbaiki Rumah Reot Milik Janda Warga Desa Krakal

1295
×

Sedulur Kebumen Akan Segera Perbaiki Rumah Reot Milik Janda Warga Desa Krakal

Sebarkan artikel ini
Foto Jumat 27/12/019 Desa Krakal Alian 

ALIAN, Kebumen24.com – Kondisi Rumah reot milik Supriyati (49), warga RT 01 RW 02 Desa Krakal, Kecamatan Alian, yang belum tersentuh bantuan RTLH dari pemerintah  selama Kurang lebih 17 tahun, akhirnya mendapat respon dari Komunitas Sedulur Kebumen. Hal tersebut di lakukan oleh Sedulur Kebumen, usai membaca berita di media, tentang kondisi yang dialami janda beranak enam ini.
Prihatin dengan kondisi Supriyati, Tim Sedulur Kebumen melakukan survei awal untuk bedah rumah tersebut, Jumat pagi, 27 Desember 2019.
Dalam kesempata itu, Tim Survei terdiri dari  Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Dandim 0709 Kebumen yang diwakili Kasdim Mayor Pandiangan, Pemilik Muncul Group Sugeng Budiawan, Dinas Perkim LH, PLN serta aktivis Sedulur Kebumen lainnya.

Selain itu, survei juga diikuti oleh Irjen (Purn) Harwiyanto, mantan Pati SSDM Polri dan pernah bertugas di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Forkopimcam Alian, kepala Desa Krakal beserta perangkat, dan warga setempat.

Melalui Program peduli sosial memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ke-22 kali ini, Rumah Supriyati bakal perbaiki total karena sudah reyot, sedangkan pemiliknya tidak mampu memperbaikinya. Bahkan, rumah dari papan dan bambu seluas 4×6 meter itu selama sekitar 17 tahun ditempati wanita paruh baya itu bersama keenam anaknya dan belum tersentuh bantuan.
Foto Jumat 27/12/019 Desa Krakal Alian 
Pada kesempatan itu, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, disela-sela survei mengatakan, Program peduli sosial yang diinisiasi anggota Sedulur Kebumen perlu didukung karena sangat positif untuk membantu masyarakat kecil tanpa ada sekat birokrasi.

“Upaya ini harus senantiasa Kita sengkuyung bersama,” ujar Kapolres.

Foto Jumat 27/12/019 Desa Krakal Alian 

Menurut Kapolres, Rumah sangat sederhana itu memang layak dibantu. Mengingat kondisinya memperihatinkan, lantainya dari tanah liat, tak ada meja kursi dan hanya ada sebuah dipan dari bambu tanpa kasur.

Bahkan dapur yang digunakan Supriyati untuk memasak hanya berdinding dan atap dari plastik terpal.  Tak ada kompor gas, hanya ada tungku kecil dan tumpukan ranting pohon sebagai bahan bakar untuk memasak. Bahkan untuk keperluan mandi cuci dan kakus (MCK), keluarga itu menumpang  ke rumah tetangga.
Foto Jumat 27/12/019 Desa Krakal Alian 
Adapun untuk proses perbaikan Rumah Suryati, Pelaksana bedah rumah Bambang Suhaji mengatakan,  Anggaran yang akan digunakan perbaikan rumah Suryati memakan biaya sekitar 35 sampai 40 juta rupiah. Sedangkan untuk proses pengerjaanya memakan waktu maximal Tiga Minggu, dengan awal Pengerjaan akan dimulai pada awal januari 2020 mendatang.

” Insya Alloh dengan dukungan semua pihak, proses perbaikan akan selesai secepatnya,” ungkap Bambang.

Sementara itu, Kepala Desa Krakal Agus Parwidi mengatakan, selain ucapan terimakasih kepada Sedulur Kebumen yang sudah peduli membantu warganya, pihaknya juga mengatakan kesiapanya turut membantu perbaikan rumah tersebut. Agus berharap dengan bantuan tersebut setidaknya  dapat meringankan beban hidup Supriyati sekaligus mengetuk kepedulian pihak lain agar dapat turut serta membantu sesama.

“Atas nama pemerntah Desa Krakal Kami ucapkan beribu terimakasih kepada Sedulur Kebumen yang sudah berkenan membantu warga kami. Semoga kedepan bisa berkelanjutan,”tuturnya kepada wartawan Kebumen24.com.

Lebih lanjut, Agus kembali menjelaskan, Sebenarnya bantuan untuk memperbaiki rumah Supriyati sudah tiga kali ditawarkan oleh pemerintah Desa. Namun berhubung keterbatasan biaya, wanita itu selalu menolak.

“Bantuan bedah rumah dari program Pemerintah  desa sifatnya hanya membantu, sisanya ditanggung  oleh penerima. Untuk itu kami berharap apabila  ada bantuan untuk bedah rumah dari donatur lain, kami pun siap turut membantu,” terang Kepala Desa.

Adapun Program RTLH dari pemerintah Desa Krakal di Tahun 2019 yaitu sebanyak 15 rumah, dari Provinsi 3 rumah, dan dari Perkim LH sebanyak 4 Rumah. Sementara untuk jumlah RTLH di Desa Krakal, hingga Kini tercatat  kurang lebih 76  Rumah.

“ Itu data terkahir kami, insya alloh Program tersebut selesai dalam jangka waktu kurang dari lima tahun kedepan,”pungkas Agus yang merupakan Kepala Desa Krakal baru beberapa bulan menjabat itu. (K24/THR/IMAM)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.