KulinerPendidikan

Jangan bilang Strong, kalo belum Coba Wedang STMJ Santri Alhasani

3449
×

Jangan bilang Strong, kalo belum Coba Wedang STMJ Santri Alhasani

Sebarkan artikel ini

Kebumen – Mungkin  sebagian masyarakat sudah tak asing  yang namanya wedang STMJ, atau disebut dengan minuman susu,telur, madu dan jahe. Selain untuk mengangatkan badan, minuman ini juga dipercaya dapat membuat tubuh menjadi  strong atau bersetamina. Jenis minuman hangat ini kini tengah populer untuk dikonsumsi sebagian banyak masyarakat.

Seperti  halnya yang  tersaji diwarung lesehan Wedang STMJ Cak Sam yang berada  di jalan veteran no.22  kota  kebumen . Wedang STMJ disini, mempunyai  keistimewaan tersendiri dibanding wedang STMJ lainya.
Selain di buat menggunakan bahan bahan yang masih alami, proses pembuatanya juga masih sangat tradisonal. Sehingga, Wedang STMJ ini banyak diminati masyarakat karena kenikmatan rasanya. Berbahan dasar campuran susu telur madu asli  dan jahe, minuman ini bisa dikonsumsi oleh siapapun.Baik dewasa  maupun anak-anak.

Dilapak cak sam, minuman ini dapat dinikmati ditempat ataupun dibungkus untuk dibawa pulang. Tidak hanya STMJ, sebagai teman minuman ada juga makanan atau cemilan seperti kripik tempe, keripik singkong dan lain lain.

Meski belum lama di buka, namun  hampir setiap malam, lapak ini selalu ramai  banyak dikunjungi para pembeli.

Menurut David,  salah satu pembeli asal Purokerto mengatakan, selain cocok dinikmati Saat musim dingin, minuman ini paling pas diminum saat badan sedang tidak sehat.

“Dengan  meminuman segelas STMJ, membuat tubuh saya menjadi hangat dan bersetamina, setidaknya terasa lebih nyaman” katanya.

Pemilik warung STMJ, Cak Sam mengatakan, wedang STMJ adalah minuman penghangat badan yang diproses secara tradisional dan menggunakan bahan bahan alami. Untuk harga pergelasnya, ia  jual dengan harga 15 ribu hingga 17 ribu rupiah pergelasnya. Hampir setiap harinya, ia  mampu menjual 10 liter susu  atau 30 gelas.

“rata rata dalam sehari saya bisa menjual  sampai 30 gelas. Mulai buka dari jam 5 sore hingga jam 1 malam baru tutup” kata Cak Sam.

Cak Sam juga menceritakan, awal mula usaha wedang STMJ ini berawal saat dirinya mendapat masukan dari Gus Asyhari Muhammad Al Hasani, yang juga merupakan kyai Pondok Psantren Al – hsani Desa Jatimulyo Alian. Selain menimba ilmu agama, Sebagai seorang  santri pondok, ia selalu mendapat motivasi dan pembelajaran tentang berwirausaha sekaligus dilatih untuk senantiasa mandiri.

“setiap waktu luang di luar jam mengaji, saya belajar sama gus hari bagaimana mandiri dengan membuat usaha meskipun kecil kecilan, dan akhirnya saya didorong untuk berwirausaha membuat warung wedang STM ini, alhamdulilah sekarang udah mulai jalan” ungkap Cak Sam sambil melayani pembeli minggu 11 oktober 2019.

Cak Sam berharap usaha ini dapat melatih dirinya dan para santri lain, agar tekun belajar dan berlatih mandiri melalui wirausaha.
Bertepatan dengan kegiatan Pesantren Expo 2019 yang berlangsung di halaman Hotel Mexolie Kebumen. Wedang STMJ Cak Sam juga turut dipamerkan sebagai  minuman suguhan bagi para pengunjung  Expo yang penasaran ingin mencoba dan membelinya. ( K24/THR)




Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.