KEBUMEN, Kebumen24.com – Keberadaan santri di Indonesia sudah tidak lagi diragukan dalam sumbangsih kepada negara. Selain keilmuan agama, para santri juga menjadi benteng negara dalam memerangi radikalisme, anarkisme dan terorisme.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, mengungkapkan santri harus turut serta menjaga keutuhan NKRI. Selain ancaman radikalisme, santri juga harus menjadi pelopor dalam penangkal hoaks atau berita bohong. Pasalnya, hoaks dapat menjadi permasalahan serius bagi kesatuan bangsa.
Jangan sampai santri turut menyebarkan hoaks,” katanya, Jumat (25/10) saat sosialisasi Polisi Sedulure Kyai dan Santri (Poskitri) di sela-sela Pesantren Expo.
Menurut AKBP Rudy, ketika santri mendapatkan informasi yang masih diragukan kebenarannya jangan disebarluaskan. Dimana, perlu melakukan verifikasi informasi kepada pihak yang berwenang terlebih dahulu. 
Perlu dicari kebenarannya dari segi sumber maupun kebenaran informasi itu,” jelasnya.
Disisi lain, Kapolres Rudy juga mengharapkan para santri dapat berperan dalam proses pembangunan. Peran tersebut dapat dilakukan melalui penyampaian aspirasi yang positif sesuai dengan kapasitasnya. Rudy juga mengajak para santri yang berminat untuk bergabung bersama Polri dengan mendaftarkan pada penerimaan anggota polisi.
Sementara itu, Ketua Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) Kebumen Fachrudin An Nawawi, menegaskan diberlakukannya UU Pesantren menjadi bukti pesantren tidak dipandang sebelah mata. Dirinya pun mengakui, para santri akan ikut serta menangkal hoaks maupun memerangi radikalisme. Para santri pun berada di belakang TNI dan Polri yang menjadi garda terdepan menangkal radikalisme.
Dengan bekal yang dimiliki santri dari pesantren, menjadi modal ikut berperan dalam pembangunan maupun menangkal hoaks baik di dunia nyata ataupun media sosial,” jelasnya.(K24/THR)

Kebumen – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama- Lakpesdam NU kabupaten kebumen, menggelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama angkatan ke 168 dan Training of Trainer (TOT). Tak kurang dari 200 tokoh NU se kab kebumen , ikuti kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dari 25 Oktober hingga 27 Oktober 2019 di Aula SMK Maarif 1 Kebumen.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Doktor H.SULTONUL HUDA MS.I Wakil sekretaris Jenderal- sekjen pengurus besar Nahdlatul ulama-PBNU,  Jumat 25 Oktober 2019. Hadir dalam kesempatan ini, Wakil bupati kebumen Arif Sugiyanto, Para Pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten Kebumen, ketua dan pengurus PCNU Kabupaten Kebumen,  forkopimcam  Kebumen, serta  Alim Ulama dan kader NU.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Kebumen menyampaikan, bahwa Kegiatan ini untuk meneguhkan Ahlussunah Wal-Jamaah. sebagai sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli dan ekstrem naqli yang bersumber Al-Quran dan Sunnah,  serta menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik.
“ Selain itu juga  kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kepengurusan PCNU Kabupaten Kebumen ke depan,  sebagai penyelarasan dan penyatuan fikrah dan harakah, agar bisa satu frekuensi” ucap Wabup Arif
Selain tentang ideologi, kegiatan ini memberikan informasi faktual tentang perkembangan keorganisasian hingga isu kekinian. Disamping itu juga sebagai media peningkatan kapasitas instruktur dan narasumber, yang nantinya akan bertugas melakukan kaderisasi anggota NU.(THR)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Bangsa Kebumen berkomitmen menjadi perguruan tinggi terkemuka dan berdaya saing di tingkat nasional tahun 2021. Komitmen tersebut dibuktikan dengan memperkuat tradisi akademik dan publikasi hasil riset civitas STIE Putra Bangsa di berbagai jurnal nasional-internasional bereputasi.

“Hal ini merupakan aspek penting dalam mengokohkan rekognisi nasional atas STIE Putra Bangsa,” ujar Ketua STIE Putra Bangsa Gunarso Wiwoho SE MM saat Wisuda Ke-15 Program Sarjana dan Diploma di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Kamis 24 Oktober 2019.

 Wisuda kali ini diikuti oleh 350 lulusan yang terdiri atas 58 wisudawan dari jenjang Program D3 Akuntansi dan 292 lulusan dari Program S1 Manajemen. Wisudawan dan wisudawati yang memperoleh predikat kelulusan cumlaude berjumlah 92 orang, sekitar 26% dari total 350 wisudawan. Dengan rincian 73 dari Prodi Manajemen S1 satu orang dan 19 orang dari Prodi Akuntansi D3.

“Bagi ke-92 wisudawan yang meraih predikat kelulusan cum-laude, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jerih payah dan prestasi akademik yang telah dicapai,” ujar Gunarso Wiwoho.

Gunarso Wiwoho menambahkan bahwa dalam mengantisipasi perubahan dunia yang kini telah dikuasai perangkat digital, yang telah mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya pendidikan tinggi, STIE Putra Bangsa menyadari perlunya dirumuskan kebijakan strategis dalam berbagai aspek mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta riset dan pengembangan hingga inovasi.

Lima elemen penting yang telah dan akan dilaksanakan oleh STIE Putra Bangsa, yaitu persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, rekonstruksi kebijakan kelembagaan menjadi lebih adaptif dan responsif dalam mengembangkan soft skill dan transdisiplin ilmu yang dibutuhkan.

Kemudian persiapan sumber daya manusia, dosen dan tenaga kependidikan yang responsive, adaptif dan handal. Terobosan dalam riset dan pengembangan, dan terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi, untuk mendorong tumbuhnya perusahaan pemula (startup) berbasis teknologi.
Gunarso menginformasikan bahwa, berdasarkan pemeringkatan perguruan tinggi nasional tahun 2019 oleh Kementrian Ristek Dikti, dari sekitar 4.312 perguruan tinggi baik PTN/PTS di Indonesia, serta 3.269 yang masuk dalam proses pemeringkatan  terdiri atas 2.141 PT berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi dan 1.128 perguruan tinggi berbentuk akademi, politeknik, STIE Putra Bangsa berada pada klaster tiga PT, memperoleh peringkat 183 nasional.

“Jika dikonversi ke kabupaten berarti peringkat I,” imbuh Gunarso Wiwoho. 

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan Sedang Membersihkan Masjid

KEBUMEN, Kebumen24.com – Jumat berkah, jajaran Polres Kebumen menggelar kerjabakti di sejumlah rumah ibadah di Kebumen. Sejumlah Gereja dan Masjid menjadi sasaran kerja bakti yang dilakukan oleh personel Polres Kebumen dan Polsek jajaran.

Kegiatan kerjabakti hari Junat di sejumlah rumah ibadah merupakan program unggulan Kapolres Kebumen.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan terlihat membaur dengan para personel, menyapu halaman Masjid Agung Kauman Kebumen serta membersihkan sampah yang ada.
Dijelaskan AKBP Rudy, kegiatan kerjabakti digelar mulai tingkat Polres hingga Polsek jajaran dalam waktu bersamaan.
“Kegiatan ini kita gelar serentak di Kebumen.  Kita niatkan ibadah, membersihkan Masjid sebelum pelaksanaan sholat jumat. Kegiatan ini juga diharapkan  agar Polres Kebumen semakin dekat dengan masyarakat Kebumen,” pungkas AKBP Rudy, Jumat (25/10).
Sebelum pelaksanaan, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengapelkan personelnya, melakukan pembagian tugas. Para personel dari rumah membekali diri sapapu, kemoceng hingga kain pel.
Para personel memunguti sampah, mengepel tempat wudhu hingga membersihkan pilar Masjid Agung Kebumen dan menyedot debu karpet masjid membantu takmir menyiapkan sholat jumat.
Usai kegiatan di Masjid Agung, Kapolres menyempatkan membaur dengan para personel yang sedang melakukan bersih-bersih Gereja ST Yohanes Maria Vianney Kebumen.
Sejumlah sampah daun kering dibersihkan oleh personel. Karena banyaknya personel yang dilibatkan, Polres Kebumen hanya membutuhkan hitungan menit untuk membersihkan sampah.
“Ini bentuk bakti sosial kepada masyarakat. Kegiatan ini akan selalu ditingkatkan oleh Polres Kebumen setiap hari jumat,” kata AKBP Rudy.
Selanjutnya salah satu pengurus Gereja, Romo Kriswarsito mengapresiasi apa yang dilakukan Polres Kebumen.
“Saya sangat bahagia dan senang sekali, tidak hanya bantuan fisik namun lebih ke hubungan dan kedekatan polres kebumen dengan para pengurus dan jamaah gereja,” ungkapnya.( Win/ Thr)

KEBUMEN, Kebumen24.com – Puluhan santri dari pondok pesantren se Kabupaten Kebumen,  mengikuti kegiatan pelatihan Jurnalistik yang digelar Kamis 24 Oktober 2019, di Hotel Mexolie Kebumen.

Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional ini, menghadirkan empat Narasumber , Tiga diantaranya merupakan Jurnalis kebumen, yakni Guntur Wibowo dari Satelitpost, Sarif Hidayat dari Sorot Kebumen, dan Komper  Wardopo yang merupakan Wartawan Senior di Kebumen.
Dalam kesempatan ini, Sarif Hidayat salah satu narsum menyampaikan dihadapan  puluhan peserta, bahwa seorang jurnalis harus tau dan faham prinsip-prinsip dasar yang menjadi pedoman untuk menulis suatu berita agar layak dibaca oleh masyarakat.
Sarif menjelaskan, bahwa Pada prinsipnya, dasar penulisan jurnalistik yakni berdasarkan fakta dan kebenaran, bahasa yang singkat, jelas dan padat. selain itu, penulisan juga harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti berdasarkan 5w+1h, menggunakan struktur piramida terbalik, memperhatikan tanda baca, dan terhindar dari Plagiat.
Kendati  begitu, Sarif juga menambahkan, bahwa menulis bukanlah perihal yang mudah, melainkan harus memiliki kemampuan. Namun, kemampuan saja belum cukup, harus ada komponen-komponen yang mendorong seperti ide, inovasi dan kreativitas.
Dengan begitu, tulisan yang dihasilkan akan lebih baik dan berkesan lebih menarik. Terlebih jika mempunyai Standar penulisan sendiri, jadi lebih bebas dan nyaman dengan menggunakan gaya bahasa sendiri tanpa mengurangi kode Etik Jurnalistik.
“Menulis adalah seni. seni untuk memilih kata, diksi yang kita gunakan. bukan hanya untuk formalitas, melainkan juga kepuasan tersendiri.” pungkas Sarif
Ketua Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) NU Kebumen Gus Fachrudin AN Nawawi sedang menyerhakan sertifikat  kepada  salah satu santri peserta
Sementara itu, Ketua Rabithah Ma’had Islamiah (RMI) NU Kebumen Gus Fachrudin AN Nawawi disela sela kegiatanya menjelaskan, kegiatan   dengan Tema “ Jurnlistik Sebagai Sarana Syiar Santri Di Media Sosial”, bertujuan  agar para Santri dapat menekan berita berita hoax yang sering beredar di Media Sosial dan sering meresahkan Masyarakat.
Menurutnya, Jurnalistik merupakan hal yang berkaitan dengan kewartawanan dan media massa. Jurnalistik juga salah satu sarana yang baik untuk dunia Dakwah dan Pendidikan.
Namun, terkadang bisa juga menjadi wadah untuk kejahatan oleh beberapa oknum yang suka menyebar isu tidak benar atau hoax. Untuk itu, peran santri dalam jurnalistik juga  sangatlah penting, karena dapat merubah hal-hal negative menjadi hal yang positiv.
Selain itu, tujuan lain dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan para santri dalam menulis, mengolah kata, mengetahui Standar penulisan yang baik dan benar, dan juga kode Etik Jurnalistik.
Gus fahrodin berharap kepada para santri, ilmu yang didapat dari pelatihan ini, bisa diterapkan  di dalam kehidupan sehari hari.Sehinga dapat bermamfaat bagi masyarakat.
“ Mari kampanyekan bersama, bermedsos yang baik dan santun, sebarkan berita kebaikan dan  syiar  Agama yang susuai Akidah dan Tuntunan Islam,  sehingga bermamfaat untuk kemaslahatan masyarakat “ ajaknya.(K24/THR)


Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan Memberikan Cokelat Kepada Salah Satu Pengendara Yang Tertib 

KEBUMEN, Kebumen24.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kebumen, bersama Tim Gabungan dari Anggota Kodim 0709 , Dishub, dan Jasa raharja Kabupaten Kebumen, Melaksanakan kegiatan Razia kendaraan. Kegiatan Dalam rangka Operasi  Zebra Candi 2019 ini, dilaksanakan di Jalan Pahlawan depan Kantor DPRD Kabupaten Kebumen, Kamis 24 Oktober 2019.
Kegiatan Razia Operasi Patuh Candi 2019 ini,  akan digelar selama 14 hari  mulai 23 oktober hingga  5 November 2019 mendatang. Pada kegiatan Oprasi kali ini dipimpin langsung Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan yang sekaligus memantau langsung pelaksanan Giat Oprasi.
Dalam kegiatan Oprasi ini, Kendaraan yang banyak dihentikan yakni sepeda motor untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan oleh petugas. Namun, razia kali ini agak sedikit berbeda, lantaran Bagi para pengendara yang mampu menunjukkan kelengkapan surat kendaraan dan tertib berlalu lintas Mereka langsung diberi hadiah berupa cokelat. Sementara bagi  para pengendara yang tidak mampu menunjukkan kelengkapan surat kendaraan, tetap dilakukan penilangan oleh petugas.
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, operasi digelar dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat saat berkendara di jalan raya. Kendati demkian, para petugas yang melaksanakan giat razia tetap selalu mengutamakan pelayanan yang humanis.
“ Adapun Pemberian Cokat ini, merupakan wujud ucapan terimakasih Polres Kebumen kepada masyarakat Kebumen yang telah menerapkan budaya tertib berlalu lintas” ucap kapolres
kepada seluruh masyarakat Pihaknya mengimbau untuk mengecek kelengkapan sebelum  berkendara dan patuh terhadap peraturan lalu lintas. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam Berlalu lintas.
“Operasi ini digelar tidak lain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar Kapolres Kebumen  AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kasat Lantas AKP Muh Rikha Zulkarnain kepada wartawan di sela-sela razia

Sementara, Dalam razia yang berlangsung hampir dua jam ini, Petugas beberapa pengendara yang kedapatan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan tak membawa surat kendaraan. Selain itu, masih banyak anak-anak kecil yang tidak bawa orangtuanya mengendarai sepeda motor tanpa  dilengkapi dengan helm.(K24/THR)



Dalam rangka  memeperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2019, ratusan siswa MTS N 7 Kebumen Kecamatan Prembun meramaikanya dengan cara makan bersama lesehan di halaman sekolah setempat, selasa 22 oktober 2019.

Dengan bekal makanan yang dibawa sendiri olah para siswa, makanan dengan lauk pauk yang sederhana ini diletakan dihelai daun pisang dan kemudian dimakan secara bersama sama. Bersama para Guru dan mereka tanpak antusias dan penuh keceriaan.

Waka Kurikulum MTS N 7 Kebumen Nursabini mengtakan, kegiatan ini menunjukkan kesederhanaan dan kebersamaan antara  Guru dan Siswa yang juga merupakan Santri. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan talisilaturahmi dan juga kekompakan para siswa untuk senantiasa menghargai jasa jasa para kyai dan santri terdahulu.

Kebumen – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019 di Kabupaten Kebumen berjalan meriah. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, para pelajar serta  mahasiswa mengikuti Upacara di Alun-alun Kota Kebumen.
Sehabis upacara, para santri, pelajar dan mahasiswa mengikuti Kirab  sejauh sekitar 2,5 kilometer dari Alun-alun melalui jalan-jalan protokol menuju Hotel Mexolie sekaligus memeriahkan Pesantren Ekspo. Kirab diawali pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) yang membawa sang Merah Putih diikuti segenap santri peserta upacara, termasuk para ibu-ibu Muslimat NU dan Fatayat NU.
Bertindak sebagai Irup Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz. Upacara berlangsung khitmad dan meriah, diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya diakhiri dengan melantunkan Lagu Syubbhanul Wathon yang dinyanyikan segenap peserta upacara, serta menyanyikan lagu Mars Santri yang dilantunkan peserta upacara.
Di sela upacara  para santri juga membacakan Ikrar Setia pada NKRI, bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa raga membela Tanah Air dan bangsa Indonesia. Para santri juga berikrar siap berperan aktif dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan kesejahteraan lahir batin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Acara dihadiri Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Philiang, Kapolres AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Kepala Kantor Kemenag Kebumen H Panut, Ketua PCNU Kebumen KH Drs Moh Damawudin MAg, Rois Syuriyah PCNU Kebumen KH Afifudin Chanif dan Ketua MUI KH Nursodik. Hadir pula Rektor IAINU Kebumen Dr H Imam Satibi MPdI, serta para ulama dan kiai pimpinan pondok pesantren di Kebumen.
Dalam sambutan tertulis Menteri Agama (Menag) yang dibacakan Bupati Kebumen Yazid Mahfud, menyatakan, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Harii Santri.  Penetapan tanggal tersebut merujuk pada “Resolusi Jihad” di Surabaya yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad itu kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Santri 2019 ini mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam Rahmatan lil alamin, Islam yang ramah dan moderat dalam beragama.
peringatan Hari Santri 2019 ini terasa istimewa dengan hadirnya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan UU pesantren itu memastikan bahwa pesantren tidak hanya memgembangkan fungsi pendidikan, namun juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Kebumen – Mungkin  sebagian masyarakat sudah tak asing  yang namanya wedang STMJ, atau disebut dengan minuman susu,telur, madu dan jahe. Selain untuk mengangatkan badan, minuman ini juga dipercaya dapat membuat tubuh menjadi  strong atau bersetamina. Jenis minuman hangat ini kini tengah populer untuk dikonsumsi sebagian banyak masyarakat.

Seperti  halnya yang  tersaji diwarung lesehan Wedang STMJ Cak Sam yang berada  di jalan veteran no.22  kota  kebumen . Wedang STMJ disini, mempunyai  keistimewaan tersendiri dibanding wedang STMJ lainya.
Selain di buat menggunakan bahan bahan yang masih alami, proses pembuatanya juga masih sangat tradisonal. Sehingga, Wedang STMJ ini banyak diminati masyarakat karena kenikmatan rasanya. Berbahan dasar campuran susu telur madu asli  dan jahe, minuman ini bisa dikonsumsi oleh siapapun.Baik dewasa  maupun anak-anak.

Dilapak cak sam, minuman ini dapat dinikmati ditempat ataupun dibungkus untuk dibawa pulang. Tidak hanya STMJ, sebagai teman minuman ada juga makanan atau cemilan seperti kripik tempe, keripik singkong dan lain lain.

Meski belum lama di buka, namun  hampir setiap malam, lapak ini selalu ramai  banyak dikunjungi para pembeli.

Menurut David,  salah satu pembeli asal Purokerto mengatakan, selain cocok dinikmati Saat musim dingin, minuman ini paling pas diminum saat badan sedang tidak sehat.

“Dengan  meminuman segelas STMJ, membuat tubuh saya menjadi hangat dan bersetamina, setidaknya terasa lebih nyaman” katanya.

Pemilik warung STMJ, Cak Sam mengatakan, wedang STMJ adalah minuman penghangat badan yang diproses secara tradisional dan menggunakan bahan bahan alami. Untuk harga pergelasnya, ia  jual dengan harga 15 ribu hingga 17 ribu rupiah pergelasnya. Hampir setiap harinya, ia  mampu menjual 10 liter susu  atau 30 gelas.

“rata rata dalam sehari saya bisa menjual  sampai 30 gelas. Mulai buka dari jam 5 sore hingga jam 1 malam baru tutup” kata Cak Sam.

Cak Sam juga menceritakan, awal mula usaha wedang STMJ ini berawal saat dirinya mendapat masukan dari Gus Asyhari Muhammad Al Hasani, yang juga merupakan kyai Pondok Psantren Al – hsani Desa Jatimulyo Alian. Selain menimba ilmu agama, Sebagai seorang  santri pondok, ia selalu mendapat motivasi dan pembelajaran tentang berwirausaha sekaligus dilatih untuk senantiasa mandiri.

“setiap waktu luang di luar jam mengaji, saya belajar sama gus hari bagaimana mandiri dengan membuat usaha meskipun kecil kecilan, dan akhirnya saya didorong untuk berwirausaha membuat warung wedang STM ini, alhamdulilah sekarang udah mulai jalan” ungkap Cak Sam sambil melayani pembeli minggu 11 oktober 2019.

Cak Sam berharap usaha ini dapat melatih dirinya dan para santri lain, agar tekun belajar dan berlatih mandiri melalui wirausaha.
Bertepatan dengan kegiatan Pesantren Expo 2019 yang berlangsung di halaman Hotel Mexolie Kebumen. Wedang STMJ Cak Sam juga turut dipamerkan sebagai  minuman suguhan bagi para pengunjung  Expo yang penasaran ingin mencoba dan membelinya. ( K24/THR)



KEBUMEN – Beragam produk santri dipamerkan dalam gelaran Pesantren Expo 2019. yang berlangsung di halaman Hotel Mexolie Kebumen. Pameran yang dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Selasa 22 Oktober 2019 itu akan berlangsung hingga Sabtu 26 Oktober mendatang.
Pada Pesantren Expo 2019 kali ini. Sedikitnya  diikuti oleh 13 pondok pesantren dengan 36 stan.  Semuanya stan berisi dengan produk-produk hasil karya para santri. Produk-produk tersebut meliputi karya seni, jajanan ringan dan kuliner lain serta peralatan/perlengkapan ibadah.
Ketua Panitia Gus Fachrudin Ahmad Nawawi menjelaskan, kegiatan ini merupakan hajat bersama Asosiasi Pesantren NU Kebumen yang tergabung dalam wadah Pengurus Cabang Rabithah Ma’had Islamiyah (RMI) Kebumen.
Pameran itu telah digagas dan dipersiapkan sejak tiga bulan lalu. Kegiatan ini dihelat sebagai salah satu rangkaian Peringatan Hari Santri 2019 sekaligus sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur santri.
“Kami menyampaikan terimakasih setulus-tulusnya kepada jajaran Forkopimda dan OPD di jajaran Pemkab Kebumen, PCNU Kebumen serta semua pihak yang telah mendukung kami dalam menggelar acara ini,” ujar Gus Fachrudin di sela-sela acara.
Selain Pesantren Expo,  PC RMI NU Kebumen dalam rangkaian Hari Santri Nasional tahun ini juga menggelar berbagai pertandingan dan lomba, seperti futsal, sepakbola, lomba membaca kitab dan seni kaligrafi.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen, H Arif Sugiyanto SH mengapresiasi kepada Asosiasi Pesantren NU Kebumen atas keberhasilannya menggelar Pesantren Expo 2019. Menurut Wabup, kegiatan tersebut semakin menguatkan fakta bahwa santri juga memiliki jiwa wirausaha.
“Saya berharap, melalui kegiatan ini ke depan santri akan lebih mampu mandiri untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.
Selain Wabup, hadir Asisten I Sekda Drs Heri Setyanto, Kepala Dispermades P3A Frans Haidar, Kabag Kesra Setda Wahib Tamam, Rois Syuriah PCNU Kebumen KH Khafifudin Hanif Al Hasani, Ketua Tanfidziyah PCNU Kebumen KH Dawamuddin Masdar dan pimpinan pondok pesantren beserta para santrinya. ( ** )