Pendidikan

Ketua PerguNU Kebumen: Generasi Muda Jangan Berhenti di SMA, Tapi Harus Kuliah, Ini 10 Alasannya!

109
×

Ketua PerguNU Kebumen: Generasi Muda Jangan Berhenti di SMA, Tapi Harus Kuliah, Ini 10 Alasannya!

Sebarkan artikel ini
Ketua PerguNU Kebumen, Hasyim Asngari, saat memberikan keterangan terkait pentingnya pendidikan tinggi bagi generasi muda di era digital.

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda di Kabupaten Kebumen dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Menjawab hal itu, Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PerguNU) Kebumen, Hasyim Asngari, M,Pd, menyerukan pentingnya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebagai langkah strategis menghadapi masa depan.

Menurutnya, lulusan SMA/MA/SMK saat ini tidak lagi cukup untuk bersaing di dunia kerja yang kian kompetitif. Perguruan tinggi, bukan sekadar tempat meraih gelar akademik, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, pola pikir, serta kemampuan problem solving.

“Perguruan tinggi menjadi tempat membangun pola pikir kritis, logis, dan solutif yang sangat dibutuhkan di era digital,” ujar Hasyim Asngari dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).

Lebih jauh, Hasyim menekankan bahwa tuntutan dunia kerja saat ini semakin tinggi. Banyak perusahaan mensyaratkan minimal lulusan sarjana (S1), sehingga peluang kerja bagi lulusan perguruan tinggi jauh lebih luas. Tidak hanya itu, lulusan kampus juga memiliki peluang lebih besar untuk menempati posisi strategis atau bahkan menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan.

Dari perspektif pembangunan daerah, peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi dinilai akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Generasi muda Kebumen tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi berbasis inovasi.

“Kalau anak-anak muda Kebumen banyak yang kuliah, mereka bisa kembali membangun daerahnya sendiri tanpa harus selalu ke kota besar,” tambahnya.

 

Ia juga menyoroti perkembangan perguruan tinggi di Kebumen yang semakin maju, seperti Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen dan Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen. Kedua kampus tersebut dinilai telah menyediakan program studi yang relevan, tenaga pengajar kompeten, serta biaya pendidikan yang relatif terjangkau.

Selain itu, kuliah di daerah sendiri dinilai lebih efisien karena mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal. Kedekatan dengan keluarga juga menjadi nilai tambah yang memberikan kenyamanan secara sosial dan emosional.

Tak hanya aspek akademik, perguruan tinggi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan jejaring. Mahasiswa didorong aktif dalam organisasi, mengasah kemampuan komunikasi, serta membangun jiwa kepemimpinan. Relasi yang terbentuk selama masa kuliah pun menjadi modal penting dalam dunia kerja maupun usaha.

Hasyim menambahkan, pendidikan tinggi membuka ruang luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan bakat, baik di bidang akademik, seni, olahraga, hingga kewirausahaan. Hal ini menjadi bekal penting dalam menghadapi era digital yang menuntut kreativitas dan inovasi.

Ia juga menegaskan bahwa kuliah dapat menjadi jalan meningkatkan derajat keluarga. Banyak kisah sukses lahir dari anak daerah yang mampu mengubah kondisi ekonomi keluarga melalui pendidikan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka bisa membawa dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari pembangunan desa, pendidikan, hingga sosial budaya,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Hasyim menekankan bahwa kuliah merupakan investasi jangka panjang yang nilainya tidak akan habis. Ilmu, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh akan terus memberikan manfaat sepanjang hayat.

“Jika hanya berhenti di SMA/SMK, peluang akan semakin terbatas. Sebaliknya, dengan kuliah, generasi muda Kebumen akan lebih siap bersaing dan berkontribusi membangun daerah,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.