Kuliner

Bukan Sekadar Arabika dan Robusta, Ini Ragam Varietas Kopi dari Berbagai Belahan Dunia

×

Bukan Sekadar Arabika dan Robusta, Ini Ragam Varietas Kopi dari Berbagai Belahan Dunia

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Secangkir kopi mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik aroma dan cita rasa yang sampai ke lidah, terdapat perjalanan panjang sebuah tanaman yang memiliki beragam varietas.

Selama ini, masyarakat umumnya mengenal kopi Arabika dan Robusta. Padahal, dunia kopi memiliki banyak varietas dengan karakter tanaman, daerah tumbuh, aroma, tingkat keasaman, hingga cita rasa yang berbeda.

Otten Coffee dalam salah satu artikelnya merangkum lebih dari 15 varietas kopi yang berkembang di berbagai wilayah dunia. Sejumlah varietas bahkan berasal atau berkembang di Indonesia dan memiliki karakter yang tidak kalah menarik dibandingkan kopi dari negara lain.

Salah satunya adalah Andungsari, varietas yang disebut merupakan hasil persilangan Catimor dan Colombia. Tanaman ini memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun dan cocok dikembangkan di dataran tinggi, terutama pada ketinggian lebih dari 1.250 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Ada pula Bourbon, varietas yang dikenal memiliki karakter rasa manis, kompleks, dan lembut. Varietas ini relatif rentan serta menghasilkan buah lebih sedikit dibandingkan sejumlah varietas lainnya, sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi penikmat kopi.

Sementara Catimor memiliki tingkat keasaman relatif rendah dengan karakter rasa yang lebih kuat. Jika diolah dengan tepat, varietas ini dapat menghadirkan nuansa herbal dan fruity pada akhir rasa.

Varietas lain yang menarik adalah Catuai. Kopi ini memiliki karakter rasa yang kuat dan dapat memberikan sentuhan fruity serta herbal. Varietas tersebut juga dikenal berkembang di kawasan Timor dan wilayah Indonesia bagian timur.

Dari Indonesia, ada pula Jember, yang memiliki karakter rasa manis dengan nuansa karamel, sirup maple hingga gula merah. Nama varietas ini berkaitan dengan wilayah Jember, Jawa Timur, yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan kopi Indonesia.

Kemudian ada Caturra, varietas yang dikenal memiliki keasaman cerah dengan body ringan hingga sedang. Varietas ini dikembangkan di Brasil dan banyak ditemukan di kawasan Amerika Selatan.

Colombia juga menjadi salah satu varietas yang memiliki karakter khas. Profil rasanya dapat menghadirkan nuansa karamel dan cokelat, dengan perpaduan rasa manis serta keasaman yang cerah.

Bagi penikmat kopi spesialti, nama Gesha tentu sudah tidak asing. Varietas ini dikenal memiliki karakter rasa yang kompleks dan aroma yang khas. Produksi buahnya relatif sedikit sehingga menjadi salah satu varietas yang memiliki daya tarik tersendiri di dunia kopi.

Dari Asia, terdapat Lini S 795 yang awalnya berasal dari India dan kemudian dikembangkan kembali di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember. Tanaman ini dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun dan dapat tumbuh baik di dataran tinggi.

Varietas lainnya adalah Pacamara, yang memiliki karakter rasa kompleks dengan nuansa citrus manis, aroma floral, dan keseimbangan rasa yang menarik.

Indonesia juga memiliki Sigararutang, varietas yang ditemukan di kawasan Lintong, Sumatera Utara, pada 1988. Varietas tersebut disebut merupakan hasil persilangan alami antara Typica dan Catimor.

Dari Kenya, terdapat SL28 dan SL34, dua varietas yang dikembangkan oleh Scott Laboratories pada era 1930-an. SL28 dikenal memiliki karakter sitrat yang kuat, manis dan kompleks. Sementara SL34 dikenal cocok di dataran menengah hingga tinggi dengan karakter keasaman sitrat, body yang kuat dan rasa manis pada akhir seduhan.

Varietas lain yang tak kalah menarik adalah Tekisic, yang merupakan turunan Bourbon. Kopi ini memiliki karakter manis intens dengan nuansa karamel dan gula merah.

Kemudian ada Typica, salah satu varietas Arabika yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan tanaman kopi. Varietas ini dikenal memiliki karakter rasa manis dengan keseimbangan body dan kebersihan rasa yang baik.

Dari Ethiopia, terdapat Ethiopia Heirloom yang berasal dari populasi tanaman kopi yang tumbuh secara alami di kawasan hutan. Keanekaragaman tanaman di wilayah tersebut membuat karakter kopi yang dihasilkan juga sangat beragam.

Sementara Villa Sarchi merupakan mutasi dari Bourbon yang dikenal memiliki keasaman elegan, karakter buah yang kuat dan rasa manis. Varietas ini pertama kali ditemukan di Sarchi, Kosta Rika.

Ada pula Villalobos, varietas yang masih memiliki hubungan dengan keluarga Typica. Karakternya cenderung lembut dan floral, dengan kemungkinan munculnya nuansa citrus serta rasa buah seperti aprikot, persik dan plum.

Dari Indonesia, satu lagi varietas yang menarik perhatian adalah Komasti, singkatan dari Komposit Andungsari Tiga. Varietas ini dikembangkan oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao di Jember dan dikenal memiliki ketahanan terhadap penyakit karat daun serta sesuai untuk ditanam pada ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Beragamnya varietas tersebut menunjukkan bahwa dunia kopi jauh lebih luas daripada sekadar membedakan Arabika dan Robusta. Perbedaan varietas, lingkungan tumbuh, ketinggian lahan serta pengolahan setelah panen ikut membentuk karakter akhir kopi yang dinikmati dalam cangkir.

Bagi pecinta kopi, mengenal varietas dapat menjadi pintu masuk untuk memahami mengapa dua kopi yang sama-sama berwarna hitam bisa memiliki aroma, tingkat keasaman, rasa manis, body dan aftertaste yang berbeda.

Jadi, dari berbagai varietas tersebut, mana yang paling menarik untuk dicoba?

Catatan redaksi: Naskah di atas merupakan penulisan ulang dengan struktur dan gaya berita baru, bukan salinan artikel sumber. Sumber utama materi varietas: Otten Coffee


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.