KomunitasLiterasi

Tak Hanya Menabung, BSI KCP Gombong Ajak Masyarakat Siapkan Masa Depan Lewat Emas

×

Tak Hanya Menabung, BSI KCP Gombong Ajak Masyarakat Siapkan Masa Depan Lewat Emas

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Gombong mengajak masyarakat lebih cerdas mengelola keuangan dan mempersiapkan kebutuhan masa depan melalui investasi emas. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngopi Emas (Ngobrol Pintar Investasi Emas) dan Literasi Keuangan Keluarga yang digelar di Trio Azana Style Hotel Kebumen, Kamis (27/8/2026).

Branch Manager BSI KCP Gombong, Delfi Susanti, mengatakan literasi keuangan menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan BSI untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi maupun keluarga. Ia menjelaskan, kemampuan mengatur keuangan tidak selalu ditentukan oleh tingkat pendidikan maupun besarnya pendapatan seseorang.

“Kami Bank BSI KCP Gombong memang sedang giat memberikan literasi keuangan kepada masyarakat baik keuangan keluarga, maupun keuangan pribadi bagaimana cerdas mengatur keuangan yang salah satu instrumennya adalah investasi,” kata Delfi.

Delfi menambahkan, pengalaman di lapangan menunjukkan cara seseorang mengatur keuangan tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pendidikannya. Karena itu, masyarakat perlu memahami bagaimana mengatur pengeluaran secara bijak dari pendapatan yang dimiliki.

“Keuangan bukan seberapa besar pendapatan kita tapi bagaimana kita mengatur pengeluaran kita dari pendapatan yang kita punya,” ujarnya.

Literasi keuangan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mempersiapkan kondisi finansial di masa depan. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya mampu menjalankan kebutuhan operasional saat ini, tetapi juga memiliki rasa aman secara finansial untuk tahun-tahun mendatang.

“Sasarannya adalah agar bagaimana kita bisa menjalankan operasional hari ini tetapi kita juga punya kenyamanan di masa depan,” jelasnya.

Delfi menyebut, kenyamanan finansial di masa depan masih sering luput dari perhatian masyarakat, padahal berbagai kebutuhan membutuhkan persiapan sejak dini. Emas menjadi salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan masa pensiun maupun tujuan keuangan lainnya.

“Kadang di masyarakat kenyamanan di masa depan sering kita abaikan. Emas adalah salah satu investasi yang akan mengamankan keuangan kita di beberapa tahun kedepan khususnya ketika kita pensiun atau ada tujuan keuangan seperti pelunasan haji,” tuturnya.

Ia juga memberikan gambaran mengenai pentingnya mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak jauh-jauh hari. Apabila anak diperkirakan akan memasuki perguruan tinggi dalam lima tahun mendatang, kebutuhan tersebut sebaiknya mulai disiapkan dari sekarang.

“Kalau anak-anak akan kuliah lima tahun kedepan harus kita siapkan dari sekarang,” katanya.

Selain program cicil emas, BSI KCP Gombong juga menyediakan produk tabungan emas yang dapat menjadi pilihan masyarakat untuk mulai berinvestasi secara bertahap. Delfi menyebut, minat terhadap tabungan emas cukup baik dengan rata-rata sekitar 200 nasabah baru setiap bulan.

“Selain cicil emas bank BSI juga ada produk tabungan emas. Setiap hari selalu ada nasabah yang buka tabungan baru, dan rata-rata tiap bulan ada sekitar 200 nasabah buka tabungan emas karena mungkin masyarakat sudah paham dan bahwa bank yang memiliki tabungan emas adalah BSI,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut pada awalnya ditujukan bagi nasabah prioritas BSI, namun pihak penyelenggara tidak menutup kesempatan bagi nasabah umum yang memiliki antusiasme untuk mengikuti kegiatan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BSI memperluas edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan investasi emas.

“Peserta kegiatan ini sebenarnya adalah nasabah prioritas tapi hari ini kami tidak menutup kepada nasabah biasa yang antusias ingin mengikuti kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, dalam paparan nya Area Micro & Pawnung Manager Purwokerto, Nur Widyo Pranudito, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai literasi keuangan keluarga melalui sarana investasi emas. Ia menuturkan, emas lebih sesuai ditempatkan sebagai instrumen untuk membantu perencanaan keuangan dalam jangka panjang.

“Materi yang diberikan terkait literasi keuangan keluarga melalui sarana investasi emas. Investasi emas ini sebetulnya untuk jangka panjang dan perencanaan keuangan jangka panjang,” kata Nur Widyo.

Investasi emas dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan yang telah direncanakan. Bagi pegawai, misalnya, investasi tersebut dapat diarahkan untuk persiapan masa pensiun, pendidikan anak hingga kebutuhan lain di masa mendatang.

“Kalau untuk pegawai bisa untuk masa pensiun, persiapan pendidikan anak, hingga kebutuhan lainnya yang perlu di siapkan,” jelasnya.

Untuk mempermudah masyarakat memiliki emas, BSI menyediakan program cicil emas yang memungkinkan pembelian dilakukan secara bertahap. Fasilitas tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi tanpa harus menyediakan dana besar sekaligus.

“Dalam hal ini BSI memfasilitasi dalam bentuk program cicil emas untuk mempermudah dan terjangkau karena harga emas naik terus kalau kita harus beli dalam tunai butuh dana besar, melalui program cicil emas BSI semua orang bisa lebih mudah untuk memiliki emas untuk perencanaan keuangan di masa depan,” ujarnya.

Nur Widyo melihat emas sebagai salah satu pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan dari berbagai instrumen yang tersedia. Kemudahan kepemilikan, keterjangkauan serta sifatnya yang likuid menjadi sejumlah alasan emas dapat digunakan sebagai bagian dari perencanaan keuangan.

“Menurut kami investasi di bidang emas adalah suatu pilihan yang bijak dari banyaknya instrumen investasi karena paling aman, mudah, terjangkau dan bersifat liquid atau mudah di uangkan kapan saja,” katanya.

Selain untuk investasi jangka panjang, emas juga dapat dimanfaatkan ketika pemiliknya membutuhkan dana secara mendadak. Emas yang dimiliki dapat digadaikan maupun dijual sesuai dengan kebutuhan.

“Kalau suatu saat kita butuh dana secara tiba-tiba emas bisa langsung di gadaikan atau di jual,” tuturnya.

BSI memiliki tiga produk yang berkaitan dengan emas, yakni gadai emas, cicil emas dan tabungan digital emas. Ketiganya memiliki karakteristik berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan keuangan masyarakat.

“Di BSI sendiri ada tiga produk terkait emas diantaranya gadai emas, cicil emas dan tabungan digital emas,” ungkap Nur Widyo.

Untuk kebutuhan jangka pendek, tabungan emas dapat menjadi pilihan karena dapat dicairkan ketika pemilik membutuhkan dana. Sementara cicil emas lebih diarahkan untuk perencanaan jangka panjang dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat memiliki emas secara bertahap.

“Kalau untuk jangka pendek bisa memilih tabungan emas jika secara mendadak butuh dana bisa di cairkan menjadi cash, yang cicil emas ini lebih ke program jangka panjang karena cicil emas ini masyarakat bisa memiliki dan mendapatkan keuntungan maksimal dengan waktu investasi yang panjang,” pungkasnya. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.