Komunitas

Pimpin MES Kebumen 2026-2031, Herwin Kunadi Targetkan Ekonomi Syariah Makin Inklusif

×

Pimpin MES Kebumen 2026-2031, Herwin Kunadi Targetkan Ekonomi Syariah Makin Inklusif

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Herwin Kunadi, S.H., terpilih menjadi Ketua Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kebumen periode 2026-2031. Herwin terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) MES Kabupaten Kebumen yang digelar di Gedung Pascasarjana IAINU Kebumen, Rabu (30/9/2026).

Herwin mengatakan, amanah tersebut menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Ia menyadari bahwa pengembangan MES tidak dapat dilakukan seorang diri sehingga membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak.

“Kami berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah ke depan dan bersinergi dengan berbagai pihak, di antaranya ulama, akademisi, birokrat, hingga profesional,” ujar Herwin.

Menurutnya, MES Kebumen ke depan tidak hanya akan menjadi organisasi yang aktif dalam kegiatan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Fokusnya mencakup penguatan UMKM, pengembangan industri halal, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan komunitas.

Herwin menambahkan, pihaknya akan berupaya mensinkronkan program kerja MES Kebumen dengan MES Jawa Tengah. Salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat mengenai sertifikasi halal, ekonomi syariah hingga pengembangan industri.

“Kita akan mencoba mensinkronkan program kerja dengan Provinsi Jawa Tengah, seperti bagaimana mengedukasi masyarakat tentang sertifikasi halal, ekonomi syariah hingga pembahasan pengembangan industri,” jelasnya.

Untuk kepengurusan mendatang, Herwin mengatakan akan menggandeng berbagai pihak yang memiliki kompetensi, mulai dari ulama, akademisi, birokrat, media hingga profesional. Program kerja kepengurusan sebelumnya juga akan dievaluasi untuk melihat program yang masih relevan dan dapat dilanjutkan.

“Kalau program lama ternyata bagus dan masih relevan, maka akan kita pertahankan. Kemudian kita akan membuat program-program baru yang lebih inovatif dan bermanfaat saat ini,” katanya.

Ia menilai ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk terus berkembang karena semakin diminati masyarakat. Literasi mengenai ekonomi syariah juga semakin luas, termasuk di kalangan generasi muda.

“Ekonomi syariah ini menarik karena pemberdayaan ekonomi saat ini berbasis syariah mulai digemari masyarakat. Literasi sudah banyak dan anak muda mulai beralih dari konvensional ke syariah,” ungkapnya.

Herwin juga akan membawa semangat MES Jawa Tengah yang mengusung tagline inklusif, progresif dan inovatif dalam menjalankan kepengurusan di Kabupaten Kebumen.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah MES Provinsi Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha, S.Sos., M.BA., menjelaskan bahwa MES menggunakan konsep penta helix dengan melibatkan lima unsur, yakni ulama, akademisi, birokrat, swasta dan profesional.

Menurut Rezza, Kebumen memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra ekonomi syariah di wilayah selatan Jawa Tengah. Selain memiliki posisi strategis di kawasan pantai selatan, Kebumen juga memiliki potensi penduduk dan berbagai sektor ekonomi yang dapat dikembangkan.

“Kebumen memiliki tempat yang sangat strategis di Jawa Tengah, yaitu di tengah kawasan pantai selatan, sehingga Kebumen bisa menjadi sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan,” kata Rezza.

Ia menyebut ekonomi syariah saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan perbankan. Pengembangannya telah mencakup pariwisata ramah muslim, fashion muslim, industri halal, ekonomi pesantren hingga UMKM.

“Kebumen punya itu semua, jadi Kebumen sangat berpotensi dikembangkan menjadi sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu sektor yang dapat dikembangkan adalah pariwisata ramah muslim. Konsep tersebut dapat mencakup penyediaan kuliner halal, layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim hingga berbagai kegiatan wisata yang sesuai dengan konsep ramah muslim.

“Jika semua kebutuhan halal umat muslim itu terpenuhi, maka akan semakin banyak pengunjung muslim datang ke Kebumen. Saya rasa Kebumen sangat cocok untuk pengembangan sentra pariwisata halal atau ramah muslim di Jawa Tengah bagian selatan,” pungkasnya.

Rezza berharap kepengurusan baru MES Kebumen dapat membawa organisasi lebih inklusif dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Menurutnya, ekonomi syariah bukan hanya untuk kelompok tertentu, tetapi dapat dikembangkan dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.