Pendidikan

PPK ORMAWA EClipse Politeknik Piksi Ganesha Serahkan Inovasi Pertanian kepada Petani Desa Selogiri

×

PPK ORMAWA EClipse Politeknik Piksi Ganesha Serahkan Inovasi Pertanian kepada Petani Desa Selogiri

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) EClipse Politeknik Piksi Ganesha Indonesia resmi berakhir. Penutupan program yang berlangsung di Balai Desa Selogiri, Rabu (30/9/2026), ditandai dengan penyerahan fasilitas dan inovasi pertanian kepada masyarakat, khususnya Kelompok Tani Selosari.

Penyerahan tersebut menjadi simbol beralihnya tanggung jawab keberlanjutan program dari mahasiswa kepada masyarakat desa. Berbagai fasilitas pertanian yang telah dibangun dan dikembangkan selama program diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan mahasiswa berakhir, tetapi terus dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani.

Direktur Politeknik Piksi Ganesha Indonesia, Ari Waluyo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Selogiri dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung pelaksanaan program.

Ia berharap berbagai inovasi dan fasilitas yang telah dirintis bersama dapat dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat.

“Dengan rasa terima kasih, syukur dan penuh harapan, kami mempercayakan keberlanjutan program ini kepada masyarakat dan Kelompok Tani Desa Selogiri. Kami berharap inovasi serta fasilitas yang telah dirintis bersama ini dapat terus dijaga, dirawat, dan memberikan manfaat yang luas bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Ari.

Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan sejumlah fasilitas dan inventaris agrikultur secara simbolis. Seluruh aset tersebut tercatat dalam Lampiran Berita Acara Serah Terima (BAST).

Fasilitas pertama berupa bedeng persemaian atau bedeng tabur yang dilengkapi perangkat irigasi dan sistem penyiraman otomatis. Fasilitas tersebut berada di kawasan Watujali.

Selanjutnya, terdapat bedeng overspin berkapasitas sekitar 7.000 polybag yang digunakan untuk pembibitan kopi dengan teknik sambung pucuk. Bedeng tersebut juga dilengkapi sistem irigasi dan berlokasi di sekitar kandang milik Bapak Carik.

Selain fasilitas pembibitan, kelompok tani juga menerima berbagai peralatan pertanian, antara lain arko atau gerobak dorong, sekop, cangkul, gembor, ember, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya.

Seluruh peralatan tersebut menjadi inventaris Kelompok Tani Selosari dan secara resmi diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Selosari, Manarja.

Dalam sesi diskusi dan penyampaian notulensi penutupan, para pihak juga membahas keberlanjutan budidaya kopi yang menjadi salah satu fokus program.

Hasil evaluasi bersama menunjukkan adanya optimisme terhadap perkembangan bibit kopi yang telah ditanam. Dengan perawatan yang baik dan kondisi cuaca yang mendukung, tanaman kopi tersebut diharapkan dapat tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas.

Tim mahasiswa juga berharap bibit kopi yang saat ini berada di bedeng tabur dapat berkembang dengan baik, terutama setelah berakhirnya musim kemarau. Petani didorong untuk melanjutkan pola perawatan sesuai pengetahuan dan teknik yang telah diberikan selama program berlangsung.

Keberlanjutan program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua Kelompok Tani Selosari, Manarja, bersama Sekretaris Desa Selogiri, Saimun, menyatakan kesiapan untuk melanjutkan pengelolaan fasilitas dan budidaya yang telah dirintis mahasiswa.

Keduanya berkomitmen agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Selogiri.

Tidak hanya meninggalkan fasilitas dan pengetahuan, pelaksanaan PPK ORMAWA EClipse juga membangun kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat Desa Selogiri.

Suasana kekeluargaan terasa dalam acara penutupan. Sebelum mahasiswa meninggalkan desa, Saimun dan Manarja menyampaikan pesan agar hubungan yang telah terjalin selama program tetap dipertahankan.

Mereka bahkan mempersilakan para mahasiswa untuk kembali berkunjung ke Desa Selogiri meskipun program secara resmi telah berakhir.

“Kalau besok-besok ingin main, sangat diperbolehkan datang ke tempat saya atau ke tempat Bapak Manarja,” ujar Saimun.

Dengan berakhirnya PPK ORMAWA EClipse, tanggung jawab pengelolaan fasilitas dan keberlanjutan program kini berada di tangan masyarakat.

Program tersebut diharapkan menjadi awal dari pengembangan budidaya kopi yang lebih produktif sekaligus mendorong Desa Selogiri memiliki potensi sebagai salah satu wilayah penghasil kopi berkualitas di Kebumen.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.