SEJARAH

Sejarah Singkat Desa Sidoharum: Dari Hutan Kolonisasi hingga Desa Mandiri

237
×

Sejarah Singkat Desa Sidoharum: Dari Hutan Kolonisasi hingga Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Sidoharum, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan unik. Desa ini awalnya merupakan kawasan hutan di wilayah Indonesia yang kemudian didatangi penduduk kolonisasi dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sejarah mencatat, pada tahun 1937, sebanyak 45 kepala keluarga (KK) atau 135 jiwa menetap di desa ini. Dua tahun kemudian, pada 1939, datang tambahan 100 KK dengan 325 jiwa, sehingga total penduduk menjadi 145 KK dengan 460 jiwa. Para penduduk awal ini membuka dan menggarap lahan seluas 201 hektare.

Kepemimpinan di Desa Sidoharum juga mencatat perjalanan panjang. Pada tahun 1937, Kepala Desa dijabat Bapak Isman. Kemudian, pada 1943/1944 dilakukan pemilihan Kepala Desa yang dimenangkan oleh Bapak Kyai Dullah Ikhsan. Tahun 1950, jabatan Kepala Desa beralih kepada Bapak Slamet dengan Bapak Cokro Diwiryo sebagai Carik/Sekretaris Desa. Menghadapi situasi desa yang kurang stabil, pada 1964, Bapak Marto Sukidjo menjabat sebagai Kepala Desa hingga 1979.

Berikut daftar Kepala Desa Sidoharum dari masa ke masa:

  • 1979-1989: Bapak Marto Sukidjo (Carik: Bapak Cokro Diwiryo)
  • 1989-1999: Bapak Wagito (Carik: Bapak Basuki)
  • 1999-2007: Bapak Siwan Harsono (Sekdes: Bapak Basuki)
  • 2007-2013: Bapak Sukirno (Sekdes: Bapak Basuki)
  • 2013-2019: Bapak Andri (PLT Sekdes: Ibu Sri Untari)
  • 2019-sekarang: Bapak Andri (Sekdes: Bapak Juni Sudiyo)

Desa Sidoharum terdiri dari 9 dukuh/dusun, 6 RW, dan 22 RT, antara lain:

  • RW 1: Dukuh Kebulen (3 RT), Dukuh Tembelang (1 RT)
  • RW 2: Dukuh Kebonan (3 RT)
  • RW 3: Dukuh Sidokangen (2 RT), Dukuh Karangduren (3 RT)
  • RW 4: Dukuh Kewangen (3 RT), Dukuh Karangsari (1 RT)
  • RW 5: Dukuh Lengkong (3 RT)
  • RW 6: Dukuh Tegalsari (3 RT)

Selain itu, Desa Sidoharum masih melestarikan adat istiadat tradisional, seperti Bersih Makam (pada bulan Muharram dan Syaban), Krapyak, dan Merti Dusun.

Desa ini mencerminkan perjalanan panjang dari kawasan hutan menjadi desa yang mandiri dan tetap menjaga tradisi leluhur.

Sumber: Desa Sidoharum Kecamatan Sempor – Kebumen

 

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.