SEJARAH

Sejarah Desa Tepakyang Adimulyo dan Sosok Mbah Capati

1666
×

Sejarah Desa Tepakyang Adimulyo dan Sosok Mbah Capati

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Tepakyang yang berada di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, menyimpan sejarah panjang yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal. Salah satu tokoh yang hingga kini masih lekat dalam ingatan masyarakat adalah sosok legendaris Mbah Capati.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari website resmi Desa Tepakyang Adimulyo, wilayah tersebut pada masa lampau merupakan hutan belantara. Seiring waktu, datanglah seorang tokoh sakti dan bijaksana bernama Mbah Capati yang diyakini berasal dari Keraton Yogyakarta dan masih memiliki garis keturunan Sultan Agung.

Kedatangan Mbah Capati ke Tepakyang disebut-sebut dipicu oleh suatu peristiwa penting. Sebelum dikenal dengan nama Tepakyang, wilayah ini bernama Desa Sumberaji, yang terkenal dengan kekuatan spiritual dan ilmu agama masyarakatnya.

Nama “Tepakyang” sendiri memiliki kisah unik yang berkembang dalam cerita rakyat. Konon, nama tersebut berkaitan dengan jejak telapak kaki tokoh pewayangan Werkudara. Mitos yang beredar menyebutkan adanya saluran yang tidak pernah tertutup di lokasi tersebut, yang dipercaya sebagai bekas jejak sang tokoh.

Secara wilayah, Desa Tepakyang pada masa lalu mencakup sejumlah dukuh, di antaranya Wates, Jetis, Kaum, Kedoya Kebon, Tugu, Gebang, Tambak, dan Karang Pensil. Namun, seiring perkembangan administrasi dan kebutuhan pengelolaan wilayah, beberapa daerah seperti Tugu, Tambak, dan Karang Pensil kini menjadi bagian dari Desa Sugihwaras.

Saat ini, wilayah Desa Tepakyang terbagi menjadi tujuh dukuh, yaitu Wates, Jetis, Kedoya, Kaum, Kebon Wetan, Kebon Kulon, serta Tugu Gebang yang berbatasan dengan Desa Adiluhur.

Dalam perjalanan panjangnya, Desa Tepakyang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga secara sosial dan spiritual. Tradisi musyawarah dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam pembangunan desa. Masyarakat secara bersama-sama berkontribusi melalui tenaga, pikiran, hingga material demi kemajuan bersama.

Meski sempat mengalami penurunan semangat gotong royong pada masa Orde Baru, Pemerintah Desa Tepakyang terus berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut melalui pemberdayaan lembaga kemasyarakatan. Upaya ini perlahan membuahkan hasil, dengan meningkatnya partisipasi warga dalam pembangunan sosial dan ekonomi desa.

Kini, Desa Tepakyang tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga sebagai desa yang terus bergerak maju dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Sumber: Website Resmi Desa Tepakyang Adimulyo.

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.