SEJARAH

Sejarah dan Perkembangan Desa Bonosari, Kecamatan Sempor, Kebumen

460
×

Sejarah dan Perkembangan Desa Bonosari, Kecamatan Sempor, Kebumen

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Bonosari, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang dan perjalanan yang menarik. Desa ini lahir dari penggabungan dua kelurahan, yaitu Kelurahan Bleber di bagian selatan dan Kelurahan Masaran di bagian utara.

Menurut cerita turun-temurun, awal mula Desa Bonosari belum diketahui secara pasti, namun masyarakat meyakini desa ini terbentuk dari kebersamaan kedua kelurahan yang terdiri dari beberapa dukuh. Di Kelurahan Bleber terdapat Dukuh Entak dan Dukuh Bleber sebagai pusat pemerintahan, sedangkan Kelurahan Masaran terdiri dari Dukuh Masaran, Dukuh Karang Jati, dan Dukuh Tundan. Masing-masing kelurahan dipimpin oleh lurah dan pamong desa. Hubungan yang harmonis antara kedua kelurahan mendorong masyarakat untuk menyatukan keduanya menjadi satu desa, dan akhirnya nama “Desa Bonosari” disepakati dan digunakan hingga kini.

Peristiwa Penting dalam Sejarah Desa Bonosari

Sejak terbentuk, Desa Bonosari mengalami sejumlah peristiwa penting, baik yang positif maupun tantangan yang harus dihadapi masyarakatnya:

  • 1984: Terjadi serangan hama belalang setan.
  • 1986: Program AMD Manunggal untuk penyediaan air bersih melalui pipa.
  • 1995: Tanah longsor di Dusun Masaran menyebabkan warga satu RT pindah ke lokasi baru, dinamakan Kampung Baru.
  • 1996: Listrik masuk ke desa.
  • 1999: Angkudes masuk desa dan terjadi penjarahan hutan jati.
  • 2000: Rehab total Balai Desa; 4 anak meninggal akibat ledakan granat di lokasi latihan Sekolah Calon Tamtama.
  • 2004: Jalan desa diaspal.
  • 2007: TMMD membuat saluran hibrid untuk mencegah wabah flu burung pada hewan.
  • 2009: Pembangunan Masjid Roudlotul Mutaqin.
  • 2010: Tanah longsor menimpa 3 rumah penduduk.
  • 2014: Desa Bonosari menerima penghargaan rekor MURI untuk pelunasan PBB tercepat di Indonesia.
  • 2018: Peresmian destinasi wisata Buluh Payung dan pembangunan Masjid Al Mi’Ad.
  • 2019: Pengaspalan ulang jalan desa RW 01 dan RW 02; tanah longsor menutup akses jalan kabupaten di Dukuh Tundan.
  • 2020-2022: Desa terdampak pandemi COVID-19.
  • 2021: Pembuatan sumur gali di Dukuh Entak RW I.
  • 2022: Pembangunan rabat jalan dan perbaikan saluran irigasi di RW II dan RW III.

Kondisi Umum Desa Bonosari

Secara geografis, Desa Bonosari memiliki luas 495 hektare dan berada di ketinggian ±36 meter di atas permukaan laut. Beberapa wilayah berada di daerah pegunungan, seperti Dukuh Masaran dan Dukuh Tundan. Desa ini berbatasan dengan:

  • Barat: Desa Jatinegara
  • Timur: Desa Semali dan Desa Pekuncen
  • Utara: Desa Kedungwringin
  • Selatan: Desa Bejiruyung

Mayoritas lahan di Desa Bonosari merupakan tanah kering (70%), sementara sawah menempati 30% area.

Perjalanan sejarah dan perkembangan Desa Bonosari menunjukkan bagaimana kolaborasi masyarakat dapat membentuk desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Sumber: Desa Bonosari Kecamatan Sempor – Kebumen

 

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.