SEJARAH

Legenda Desa Somagede: Dari Hutan Belantara Hingga Desa Mandiri

254
×

Legenda Desa Somagede: Dari Hutan Belantara Hingga Desa Mandiri

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Somagede, yang terletak di bagian utara Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang menarik. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Donorojo di barat, Desa Glontor di timur, Desa Kalitengah Kabupaten Banjarnegara di utara, serta Desa Kenteng di selatan. Secara administratif, Somagede termasuk salah satu dari 449 desa di Kabupaten Kebumen dengan luas wilayah 1.167,4 hektar dan berada pada ketinggian 100 meter di atas permukaan laut.

Dahulu, wilayah Somagede adalah hutan belantara yang menjadi jalur perdagangan. Hutan ini ramai dilalui para pedagang hingga kedatangan seorang pengembara bernama Nyai Soma. Tubuh Nyai Soma tinggi besar, sehingga masyarakat menyebutnya “Gede”, yang dalam bahasa Jawa berarti besar. Konon, Nyai Soma adalah santri Kyai Kholil dari Pondok Pesantren Bangkalan, Madura, yang kini dikenal sebagai Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur.

Nyai Soma mengembara untuk menyebarkan ajaran Islam dan akhirnya menetap di hutan tersebut. Menyadari lokasi itu sering dilewati pedagang, Nyai Soma membuka warung makan yang ramai dikunjungi. Seiring waktu, banyak pedagang yang memutuskan menetap, sehingga wilayah tersebut berkembang menjadi pemukiman dan lahan pertanian. Selain berdagang, Nyai Soma juga mengajarkan agama Islam kepada penduduk setempat.

Tak lama kemudian, seorang pendatang bernama Jagabaya Nalabaya Beliyau dari Kerajaan Galuh, Kuningan, Jawa Barat, ikut menetap dan bersama Nyai Soma menyebarkan ajaran Islam. Untuk mengenang jasa Nyai Soma, penduduk menamai wilayah ini “Desa Somagede”, yang diambil dari nama Nyai Soma yang bertubuh besar. Saat ini, petilasan Nyai Soma dapat ditemukan di Pemakaman “Nyi Somagede”, tepat di sebelah utara Balai Desa Somagede, Dusun Jerotengah, RT 002 RW 001, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Keterangan resmi menyebutkan bahwa versi sejarah ini diperoleh melalui musyawarah dengan para sesepuh desa, karena terdapat berbagai versi cerita mengenai asal-usul Desa Somagede. Penulis hanya mengumpulkan cerita dari narasumber setempat dan menyadari bahwa data dukung masih terbatas, sehingga kemungkinan perbaikan di masa mendatang tetap terbuka.

Sumber: Desa Somagede


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.