KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kenteng, yang kini menjadi salah satu desa di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah yang menarik. Dahulu, wilayah ini merupakan hutan lebat dan angker, dipenuhi dengan binatang buas.
Menurut legenda yang tercatat dalam RPJMDes Kenteng 2016-2019, seorang tokoh sakti datang membuka lahan di hutan tersebut untuk dijadikan tempat tinggal dan bercocok tanam. Meski sendirian, ia tidak gentar menghadapi hutan yang menakutkan. Selama beberapa bulan, ia terus membuka lahan hingga menemukan sebuah batu yang unik, menyerupai “Klenteng”. Batu ini kemudian menjadi simbol dari desa yang akan didirikan.
Seiring waktu, semakin banyak orang tertarik untuk membuka lahan di hutan itu dan menetap, hingga terbentuklah sebuah desa. Karena batu tersebut menjadi simbol desa dan bentuknya mirip klenteng, desa ini dinamakan Desa Kenteng hingga sekarang.
Selain sejarahnya, Desa Kenteng juga memiliki catatan kepemimpinan desa dari masa ke masa:
- Darmuji (Sekdes Martowiharjo) – Tahun … s/d …
- Sastro Sudarmo (Sekdes Martowiharjo) – Tahun … s/d …
- Noto Pawiro (Sekdes Martowiharjo) – 1981 s/d 1989
- Rusmin Pratikno (Sekdes Sudar) – 1989 s/d 1999
- Baehaqi (Sekdes Juni Setiyoko) – 1999 s/d 2007
- Baehaqi (Sekdes Juni Setiyoko) – 2007 s/d 2013
- Suparman (Sekdes Kiardi) – 2013 s/d 2019
- Mustolih (Sekdes Kiardi) – 2019 s/d 2025
Legenda ini hingga kini masih menjadi cerita yang dihormati masyarakat, meski kebenarannya belum dapat diverifikasi sepenuhnya.
Sumber: Website Resmi Desa Kenteng
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















