SEJARAH

Legenda dan Sejarah Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kebumen

169
×

Legenda dan Sejarah Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kebumen

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang bermula sebelum tahun 1922. Desa ini awalnya merupakan gabungan dari empat desa atau punden, yang kemudian disatukan melalui musyawarah mufakat. Keempat desa tersebut adalah:

  1. Desa Siwuluh, dipimpin oleh Bapak Kapawira.
  2. Desa Candi, dipimpin oleh H. Syukur.
  3. Desa Kecepak, dipimpin oleh Bapak Samurjaya.
  4. Desa Teba, dipimpin oleh Bapak Somantana.

Pada tahun 1922, keempat desa ini resmi digabung menjadi satu desa dengan nama Candirenggo. Nama ini memiliki makna khusus, yakni Candi berarti punden, dan Renggo berarti dikelola. Kepala Desa pertama yang memimpin Candirenggo adalah Bapak H. Masruri hingga tahun 1943.

Sejak itu, kepemimpinan Desa Candirenggo terus berganti sesuai sistem demokrasi yang berkembang. Berikut beberapa Kepala Desa yang memimpin:

  • 1943–1963: Bapak Martawikrama
  • 1963–1968: Bapak Moh. Yusi
  • 1969–1989: Bapak H. Sanrohmat
  • 1989–1998: Bapak Yatmo
  • 1998–1999: Bapak Muspur (Pejabat Kepala Desa)
  • 1999–2007: Bapak H. Mustofa
  • 2007–2017: Bapak Ady Waluyo
  • 2018–2019: Bapak Kasino, S.KM., M.Si (Pejabat Kepala Desa)
  • 2019–2025: Bapak Mustofa

Selain kisah kepemimpinan, Desa Candirenggo juga mencatat beberapa peristiwa penting, termasuk banjir besar yang terjadi pada tahun 1985 dan 2001 yang sempat merendam sejumlah rumah penduduk.

Sejarah panjang ini menjadi bukti perjalanan Desa Candirenggo dari gabungan empat punden hingga menjadi desa yang mandiri dan terstruktur, dengan sistem kepemimpinan yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sumber: Candirenggo Kecamatan Ayah, Kebumen


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.